#GazaUnderAttack

Powered by Blogger.

Tausiyah

Dari Abu Amr, -ada juga yang mengatakan- : Abu ‘Amrah, Sufyan bin Abdillah Ats Tsaqofi radhiallahuanhu dia berkata, saya berkata : Wahai Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, katakan kepada saya tentang Islam sebuah perkataan yang tidak saya tanyakan kepada seorangpun selainmu. Beliau bersabda: Katakanlah: saya beriman kepada Allah, kemudian berpegang teguh (istiqomahlah. (Riwayat Muslim)

"Tugas kita adalah menyalakan lilin, bukan mencela kegelapan" Anis Matta (Barang kali kita memang tidak bisa mengubah keadaan, tetapi bukankah kita bisa mengubah sikap dalam menghadapinya..)

"Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk” (QS. Al-Kahfi:13)

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah (keseluruhan), dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqarah: 208)

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong pada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia)."(QS. Ali Imran : 8)

Twitter

#SavePalestine



Live Traffic Map

Live Traffic Feed

loading...
Showing posts with label Da'wah. Show all posts
Showing posts with label Da'wah. Show all posts

Monday, May 9, 2016

Aku dan Kehampaan Jiwaku


Malam ini, aku dikejutkan oleh suatu hal, seperti yang pernah kualami (dalam kondisi yang sedikit berbeda) beberapa tahun yang lalu. Mungkin, raut wajahku tak nampak berubah saat mendengarnya. Namun, secara spontan jantungku berdegup lebih kencang. Pertanyaan yang ada di dalam benakku beberapa hari ini mulai terjawab. Meski sejujurnya, bukan ini jawaban yang aku harapkan.

Kondisi ini membuatku kembali mengingat masa-masa itu. Masa di mana aku mulai mengenal Islam sedikit lebih dalam. Masa di mana aku mulai mengenal persaudaraan dengan landasan aqidah Islam. Masa di mana aku mulai dikenalkan dengan yang namanya "da'wah Islam", menyeru dan menjadi duta kebaikan serta menyebarkan keindahan Islam.

***

Kata orang, masa yang paling indah adalah masa-masa SMA. Entah mengapa, itupun yang aku rasakan. Karena semasa SMA, banyak perubahan dan peristiwa yang kemudian menjadi kenangan tak terlupakan dalam hidupku.

***

Selepas SMP, takdir ALLAH mengantarkanku bersekolah di salah satu SMA negeri yang ada di Jakarta. Sebelumnya, aku sering mendapatkan infromasi positif terkait sekolah ini. Salah satunya, informasi seputar kegiatan ekstra kulikuler yang sudah aku nanti-nanti sejak SMP. ROHIS (Rohani Islam).

***

Setelah resmi menjadi salah seorang siswi SMA, aku begitu bahagia, karena peluang untuk bergabung dengan Rohis semakin besar. Padahal, kala itu aku belum tahu secara pasti apa saja yang dipelajari di Rohis, apa saja kegiatan yang diadakan oleh Rohis, seperti apa teman-teman satu angkatanku yang juga hendak bergabung dengan Rohis, dan masih bnyak lagi ketidaktahuanku akan ekskul yang aku idamkan ini.

Seiring berjalannya waktu, setelah aku bergabung dengan Rohis, alhamdulillah, sedikit demi sedikit aku mulai merasakan manfaat yang begitu luar biasa. Aku semakin sadar bahwa, pengetahuanku akan Islam (agamaku) masih sangat minim, pengetahuanku akan Islam masih sangat sempit. Aku banyak belajar tentang makna hidup. Aku banyak belajar untuk percaya diri dalam menyampaikan kebaikan walau terkadang itu pahit. Aku belajar untuk berlapang dada. Aku belajar untuk menghargai orang lain. Aku belajar untuk membenci dan mencintai karena ALLAH. Dan aku belajar untuk tidak pernah berhenti belajar sampai nyawa terlepas dari raga.

***

Setelah lulus SMA, aku bertekad untuk terus membantu, mendukung, dan men-support Rohis melalui kepengurusan Alumni Rohis sebagai bentuk syukurku atas hidayah yang ALLAH berikan semasa dahulu aku tergabung di dalamnya.

***

Dinamika hidup yang tak terprediksi, membuatku pernah merasakan kehampaan jiwa. Hal itu kurasakan di saat aku mulai menjauh dari-Nya. Aku terlalu disibukkan dengan beragam urusan dunia, yang seharusnya tetap kusertakan ALLAH 100% dalam menjalaninya.

Tekanan dari berbagai sudut seakan menghimpitku terus menerus tak terelakkan. Amanah demi amanah mulai terlalaikan satu persatu. Hingga akhirnya, ALLAH menegurku. Menegurku dengan cara-Nya yang tak pernah terpikirkan olehku.

Satu bulan penuh aku hanya tergeletak tak mampu melakukan banyak hal disebabkan kaki kananku terkilir hebat saat bermain bola dengan murid di lapangan sekolah.
Dasar manusia, ketika tersungkur baru mulai bersyukur!

Kala itu, beberapa kali aku lakukan diskusi melalui whatsapp dengan beberapa kakak seniorku yang dahulu sangat aktif membantu Rohis. Banyak ibrah, teguran, motivasi, dan pengingatan yang aku dapat.

Sesibuk apapun kita, sepasif apapun rekan kita. Tidak sepatutnya kita kemudian meninggalkan atau melalaikan amanah yang telah dipercayakan ALLAH kepada kita. Selesaikan seluruh amanah yang ALLAH titipkan. Komunikasikan dengan ahsan setiap permasalahan yang ada. Dan yang terpenting, perbaiki hubungan kita dengan Sang Maha Pencipta. Karena boleh jadi, semua kehampaan ini bersumber dari satu titik, yaitu jauhnya kita dari ALLAH, Sang Penggenggam Hati.

***

Sejak saat itu, perlahan aku mulai kembali, mencoba sedikit demi sedikit (dengan segala keterbatasan yang kumiliki) untuk mengisi kehampaan yang pernah kurasa. Kucoba tuk melapangkan dada. Kucoba tuk bangkit bersama. Karena kusemakin yakin, bukan da'wah yang membutuhkan aku, tapi akulah yang membutuhkan da'wah.

***

Salam spesial penuh semangat untuk seluruh pengelola DS 12!
Semoga ALLAH mengistiqamahkan kita, mengampuni kelalaian kita, dan mengumpulkan kita kembali di Jannah-Nya kelak, aamiin..




__________________________________

Cassava Garden, May 9th, 2016; 0.09 AM
@kni12
Read more...
separador

Saturday, July 5, 2014

Percakapan antar-Nafsu dalam Diri Seorang Da'i



NL: Hmm, apa baiknya keluar aja ya dr grup itu?

NM: Jangan, insyaALLAH sampai saat ini grup tsb masih dibutuhkan olehmu.

NL~NA: Tapi seolah2 ada atau tdknya saya di sana sama saja. Blm ada perkembangan apapun belakangan ini.

NM: Sabar ya. Mungkin blm saatnya. InsyaALLAH kelak kan tiba masanya kamu benar2 membutuhkan grup tsb utk keberlangsungan da'wahmu.

NL~NA: Saya tau itu. Tapi kamu tentu juga tau kan bagaimana rasanya dialog satu arah atau dua arah itu? Kalau lebih sering yang terjadi adalah monolog, kenapa tdk langsung aksi saja, lebih real dan lebih berasa manfaat serta perubahannya.

NM: Iya, saya tau kok. Namun, berjama'ah itu pasti jauh lebih baik daripada sendiri-sendiri. Keberkahannya pun tentu berbeda. Ishbiru wa shabiru wa rabithu. Saat ini teman-teman sedang memiliki aktivitas dan prioritas lain yang mungkin tidak kamu ketahui. Terus jaga silaturahim dan saling mendo'akan. Kelak kamu kan mendapatkan jawabanNya sebagai berkah dari kesabaran dan silaturahim tersebut insyaALLAH.

NL~NM: Ya, baiklah. Semoga ALLAH menguatkanku dan menguatkan ukhuwwah serta ketsiqahan ini, aamiin. Syukran ya..

Para du'at adalah manusia biasa yang di dalam hatinya dapat 'bermain' berbagai jenis nafsu, dari nafsu yang baik, yang mengajak kepada ketaatan, hingga nafsu yang buruk, yang mengajak kepada perbuatan maksiat.

Ketika nafsu baik mendominasi hati, maka bersyukur dan istiqamahlah, insyaALLAH karenanya akhlaq mahmudah akan menghiasi dirimu. Namun ketika nafsu buruk mulai masuk dan mengacak-ngacak hatimu, maka beristighfarlah! Mintalah ampun dan pertolongan kepada ALLAH agar kamu dapat selamat dari akhlaq mazmumah yang ALLAH murkai.

"Yaa Muqallibal quluub. Tsabbit quluubanaa 'alaa diinik. Yaa Musharrifal quluub. Sharrif quluubanaa 'alaa thaa'atik"


Ket.:
NA: Nafsu Amarah
NL: Nafsu Lawwamah
NM: Nafsu Muthmainnah
Read more...
separador

Total Pageviews

Followers

Entri Populer