#GazaUnderAttack

Powered by Blogger.

Tausiyah

Dari Abu Amr, -ada juga yang mengatakan- : Abu ‘Amrah, Sufyan bin Abdillah Ats Tsaqofi radhiallahuanhu dia berkata, saya berkata : Wahai Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, katakan kepada saya tentang Islam sebuah perkataan yang tidak saya tanyakan kepada seorangpun selainmu. Beliau bersabda: Katakanlah: saya beriman kepada Allah, kemudian berpegang teguh (istiqomahlah. (Riwayat Muslim)

"Tugas kita adalah menyalakan lilin, bukan mencela kegelapan" Anis Matta (Barang kali kita memang tidak bisa mengubah keadaan, tetapi bukankah kita bisa mengubah sikap dalam menghadapinya..)

"Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk” (QS. Al-Kahfi:13)

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah (keseluruhan), dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqarah: 208)

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong pada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia)."(QS. Ali Imran : 8)

Twitter

#SavePalestine



Live Traffic Map

Live Traffic Feed

loading...
Showing posts with label Cerita Da'wah. Show all posts
Showing posts with label Cerita Da'wah. Show all posts

Monday, May 9, 2016

Aku dan Kehampaan Jiwaku


Malam ini, aku dikejutkan oleh suatu hal, seperti yang pernah kualami (dalam kondisi yang sedikit berbeda) beberapa tahun yang lalu. Mungkin, raut wajahku tak nampak berubah saat mendengarnya. Namun, secara spontan jantungku berdegup lebih kencang. Pertanyaan yang ada di dalam benakku beberapa hari ini mulai terjawab. Meski sejujurnya, bukan ini jawaban yang aku harapkan.

Kondisi ini membuatku kembali mengingat masa-masa itu. Masa di mana aku mulai mengenal Islam sedikit lebih dalam. Masa di mana aku mulai mengenal persaudaraan dengan landasan aqidah Islam. Masa di mana aku mulai dikenalkan dengan yang namanya "da'wah Islam", menyeru dan menjadi duta kebaikan serta menyebarkan keindahan Islam.

***

Kata orang, masa yang paling indah adalah masa-masa SMA. Entah mengapa, itupun yang aku rasakan. Karena semasa SMA, banyak perubahan dan peristiwa yang kemudian menjadi kenangan tak terlupakan dalam hidupku.

***

Selepas SMP, takdir ALLAH mengantarkanku bersekolah di salah satu SMA negeri yang ada di Jakarta. Sebelumnya, aku sering mendapatkan infromasi positif terkait sekolah ini. Salah satunya, informasi seputar kegiatan ekstra kulikuler yang sudah aku nanti-nanti sejak SMP. ROHIS (Rohani Islam).

***

Setelah resmi menjadi salah seorang siswi SMA, aku begitu bahagia, karena peluang untuk bergabung dengan Rohis semakin besar. Padahal, kala itu aku belum tahu secara pasti apa saja yang dipelajari di Rohis, apa saja kegiatan yang diadakan oleh Rohis, seperti apa teman-teman satu angkatanku yang juga hendak bergabung dengan Rohis, dan masih bnyak lagi ketidaktahuanku akan ekskul yang aku idamkan ini.

Seiring berjalannya waktu, setelah aku bergabung dengan Rohis, alhamdulillah, sedikit demi sedikit aku mulai merasakan manfaat yang begitu luar biasa. Aku semakin sadar bahwa, pengetahuanku akan Islam (agamaku) masih sangat minim, pengetahuanku akan Islam masih sangat sempit. Aku banyak belajar tentang makna hidup. Aku banyak belajar untuk percaya diri dalam menyampaikan kebaikan walau terkadang itu pahit. Aku belajar untuk berlapang dada. Aku belajar untuk menghargai orang lain. Aku belajar untuk membenci dan mencintai karena ALLAH. Dan aku belajar untuk tidak pernah berhenti belajar sampai nyawa terlepas dari raga.

***

Setelah lulus SMA, aku bertekad untuk terus membantu, mendukung, dan men-support Rohis melalui kepengurusan Alumni Rohis sebagai bentuk syukurku atas hidayah yang ALLAH berikan semasa dahulu aku tergabung di dalamnya.

***

Dinamika hidup yang tak terprediksi, membuatku pernah merasakan kehampaan jiwa. Hal itu kurasakan di saat aku mulai menjauh dari-Nya. Aku terlalu disibukkan dengan beragam urusan dunia, yang seharusnya tetap kusertakan ALLAH 100% dalam menjalaninya.

Tekanan dari berbagai sudut seakan menghimpitku terus menerus tak terelakkan. Amanah demi amanah mulai terlalaikan satu persatu. Hingga akhirnya, ALLAH menegurku. Menegurku dengan cara-Nya yang tak pernah terpikirkan olehku.

Satu bulan penuh aku hanya tergeletak tak mampu melakukan banyak hal disebabkan kaki kananku terkilir hebat saat bermain bola dengan murid di lapangan sekolah.
Dasar manusia, ketika tersungkur baru mulai bersyukur!

Kala itu, beberapa kali aku lakukan diskusi melalui whatsapp dengan beberapa kakak seniorku yang dahulu sangat aktif membantu Rohis. Banyak ibrah, teguran, motivasi, dan pengingatan yang aku dapat.

Sesibuk apapun kita, sepasif apapun rekan kita. Tidak sepatutnya kita kemudian meninggalkan atau melalaikan amanah yang telah dipercayakan ALLAH kepada kita. Selesaikan seluruh amanah yang ALLAH titipkan. Komunikasikan dengan ahsan setiap permasalahan yang ada. Dan yang terpenting, perbaiki hubungan kita dengan Sang Maha Pencipta. Karena boleh jadi, semua kehampaan ini bersumber dari satu titik, yaitu jauhnya kita dari ALLAH, Sang Penggenggam Hati.

***

Sejak saat itu, perlahan aku mulai kembali, mencoba sedikit demi sedikit (dengan segala keterbatasan yang kumiliki) untuk mengisi kehampaan yang pernah kurasa. Kucoba tuk melapangkan dada. Kucoba tuk bangkit bersama. Karena kusemakin yakin, bukan da'wah yang membutuhkan aku, tapi akulah yang membutuhkan da'wah.

***

Salam spesial penuh semangat untuk seluruh pengelola DS 12!
Semoga ALLAH mengistiqamahkan kita, mengampuni kelalaian kita, dan mengumpulkan kita kembali di Jannah-Nya kelak, aamiin..




__________________________________

Cassava Garden, May 9th, 2016; 0.09 AM
@kni12
Read more...
separador

Monday, July 14, 2014

Kisah Infaq Jalanan untuk Palestina




Ahad, 13 Juli 2014. Di pagi hari aku merasakan suasana yang agak berbeda, tidak seperti biasanya. Mungkin salah satu penyebabnya karena hari ini untuk pertama kalinya aku akan menjadi salah satu volunteer (relawan) sunduq untuk Palestina. Kadang semangat, kadang khawatir,bahkan sempat muncul juga rasa ingin mengundurkan diri, namun alhamdulillah hal tersebut tak sampai terealisasikan.

Pukul 9.30 aku bersiap untuk berangkat ngaji. Kesiangan nih, karena saat sedang membaca buku yang akan dibedah di pengajianku hari ini aku sempat merasakan kantuk yang teramat sangat, hingga aku pun tertidur sesaat. Ketika hendak berangkat, bapakku bilang kalau ternyata air aki motorku kering, jadi aku menunggu bapakku mengisinya dengan air aki yang ada di rumah beberapa saat, dan tentunya aku sampai di tempat ngaji terlambat.

Selesai ngaji, sekitar pukul. 13.00 aku berangkat menuju Masjid At Tauhid Arif Rahman Hakim, UI Salemba. Aku berangkat ke sana tak sendiri, tetapi bersama dua orang adik kelasku sewaktu SMA dulu di SMAN 12 Jakarta. Di temani hujan gerimis sepanjang jalan, akhirnya kami sampai di area Masjid At Tauhid.

Sesampainya di sana, kami langsung diarahkan untuk menuju lantai dua mengikuti briefing bersama volunteer lainnya yang sudah datang terlebih dahulu. Di sana dijelaskan apa-apa saja yang harus kami lakukan, di mana saja spot relawan ditempatkan, dan diingatkan agar kembali sama-sama meluruskan niat.

Setelah shalat Ashar, kebali diadakan briefing sekaligus fiksasi spot dan PJ spot. Bismillah, dengan tekad memfasilitasi siapapun yang hendak berinfaq, aku mengazzamkan diri untuk mengedarkan kantong sunduq yang kubawa, kepada semua orang yang melintasi lampu merah samping Kenari Mas, baik itu pengendara mobil, sepeda motor, taksi, bajaj, bahkan para pejalan kaki sekalipun.

Ada dua hal yang membuatku terharu dan senang sekali saat bertugas sebagai volunteer sunduq Palestina ini.

1. Di awal aku berkeliling saat lampu merah, ada satu keluarga sederhana (umi, abi, dan dua orang anaknya) naik motor. Si anak mengalungkan tas kecil yg terbuat dari bahan yg sama dg baju yg dikenakannya. Lalu pas aku menghampiri dan mengatakan, "Infaq Palestin." sambil tersenyum, umi dan abinya memberikan isyarat ke anak tsb, dan sang anak mengeluarkan uang 50rb dari tas kecilnya dg agak kesulitan. Tiba-tiba lampu berubah hijau alhamdulillah ia berhasil mengeluarkan uang tsb dan memasukkannya ke dalam kantong sunduq yang aku bawa, aku ucapkan, "terima kasih", sambil menancap gas, mereka membalasnya dengan senyuman yang begitu meneduhkan.

2. Tak jarang mobil2 mewah berada di barisan kendaraan yang berhenti di lampu merah samping Kenari Mas tempatku bertugas. Saat aku menghampiri dan menyapa dengan kalimat, "Infaq Palestin, Bu, Pak, Mas, Mba" ada beberapa yang memberikan uang dengan senyuman, ada yang dengan muka datar, ada yang mengatakan maaf sambil mengangkat tangannya, ada yang hanya mengangkat tangannya saja, bahkan ada yang sama sekali tidak mempedulikan.

Namun yang membuatku merasa terharu adalah ketika aku menghampiri taksi dan bajaj yang juga ada di barisan tsb, tak jarang abang supir bajaj atau taksi yang dengan sigap langsung merogoh kantung celana, kantung baju, tempat uang, atau dompetnya untuk turut berinfaq. MasyaALLAH. Di tengah perjuangan mereka mencari nafkah untuk keluarga yang mungkin tak seberapa didapat tiap harinya, mereka masih mau menyisihkan sebagian penghasilannya untuk Palestina.

Dua hal tsb yang membuatku terus bersemangat sampai menjelang waktu maghrib mengajak siapapun yang lewat di hadapanku untuk berinfaq untuk Palestina.

Barakallah, barakallah, barakallah.

Semoga setiap rupiah yang telah diberikan membawa keberkahan dalam kehidupan dan memberikan sedikit keringanan kepada saudara2 kita yang ada di Gaza.

Amal itu bukan dilihat hanya dari seberapa banyak yang diberi, tetapi dilihat dari seberapa besar keikhlasan yang juga turut mengiri.

Salam hangat,
Khoirun_Volunteer Sunduq Munasharah Palestine bersama Relawan Indonesia, KNRP, dan Garuda Keadilan. 13/7/14 @ Jln. Raya Salemba
Read more...
separador

Friday, July 4, 2014

Sepenggal Kisah di Sore Tadi: "PKS Baik Ya, Bu.."


Jakarta (4/7) Partai Keadilan Sejahtera mengadakan Ta'jil on The Road serentak se-IndONEsia pada tanggal 4 dan 5 Juli 2014. Di awali dengan packing 'amunisi' sejak pkl. 09.00 di Posko Klender (rumah Ust. M. Gunawan & Ustdzh. Iceu Hernawati) DPRa PKS Klender mengadakan Ta'jil on The Road di dua spot, pertigaan lampu lalulintas dekat Mall Klender dan perempatan lampu lalulintas Pohon Duren.

Saya, sebagai kader amatir, kebagian tugas menjadi salah satu PJ dokumentasi di area lampu lalulintas dekat Mall Klender. Saat sedang menyebrang jalan mencari objek foto, tiba-tiba ada seorang bapak pedagang asongan yang menghampiri saya dan bertanya, "dari PKS ya Bu?" Jawab saya, "Iya, Pak, betul." Lalu bapak tersebut berkata, "Tahun lalu PKS juga bagi-bagiin makanan di sini buat orang-orang buka, baik ya, Bu." Sambut saya dengan sumringah, "Iya, Pak. Alhamdulillah. InsyaALLAH setiap tahun PKS ngelakuin ini."

Tiba-tiba lampu lalu lintas berubah merah. Sambil berlalu dengan senyum dan mengucapkan, "Makasih ya, Bu.." bapak tersebut kembali menjajakan dagangannya kepada para pengguna kendaraan bermotor yang mulai memperlambat lajunya.

Meski hanya perbincangan singkat, tetapi di dalam hati saya berucap, "Justru saya yang harusnya mengucapkan terima kasih, Pak :') Karena senyuman dan sapaan bapak menjadi salah satu semangat kami untuk terus berkontribusi."

Semoga ALLAH mengistiqamahkan kita untuk terus berkontribusi tanpa henti di jalan ini. Menjadi lentera di kala gulita. Menjadi angin penyejuk di kala panas menyengat. Hingga akhirnya ALLAH izinkan kita kelak untuk bermukin di Jannah-Nya, aamiin. [kni12]
Read more...
separador

Monday, April 1, 2013

Istiqomah dalam Dakwah (Kisah Nyata Seorang Ustadzah Penderita Kanker Stadium 3)





Ahad, 31 Maret 2013
Alhamdulillah, ALLAH mengizinkan saya untuk menghadiri kegiatan Jalasah Ruhiy di Masjid Darul Ma'arif, Jalan Lembah Aren, Duren Sawit, Jakarta Timur

Seperti yang tertera di sms jarkoman, pengisi jalasah ruhiy kali ini adalah Ustadzah Tri Handayani, S.Pd.I, seorang ibu yang pernah terserang penyakit kanker otak dan selalu menginspirasi, dengan tema "ISTIQOMAH DALAM DAKWAH"

Sms tersebut membuat saya begitu penasaran dan bertekad untuk datang dan mengambil pelajaran langsung dari beliau

Berikut kisah singkat beliau saat mulai terdeteksi mengidap penyakit kanker otak tsb, semoga mendatangkan banyak pelajaran bagi kita semua..

Ketika dinyatakan positif kanker otak stadium 3b, bliau lalu beberapa kali menjalani operasi, sebagai ikhtiar dari cobaan yang ALLAH berikan

Yg pertama, batok kepala bliau diangkat/docopot, kmudian cairan kanker yg ada di otaknya di sedot, tapi usaha tsb GAGAL

Kemudian, dalam rentan waktu beberap bulan operasi yg kedua dilakukan, dibuat saluran dr kepala bagian belakang, namun tetap GAGAL

Lalu, operasi yg ketiga dibuat lubang dr leher yg kemudian di dalam lehernya ditanam pipa dg diameter sekitar 7,5 cm

Bliau juga dikemo dlm proses penyembuhannya tsb..

Bliau tdk bilang hasilnya seperti apa, tp seperti pd umumnya penderita kanker pasti akan mengalami gangguan d organ tubuh lainnya

Dan ternyata benar, di indung telur kanan beliau terjangkit kanker

Hingga akhirnya indung telur bagian kanan beliau diputuskan untuk diangkat

Lalu, ternyata kemudian terdeteksi juga di indung telur kiri bliau terdapat 7 butir kanker ganas yang masing-masingnya seukurang kelengkeng

Akhirnya, kanker tsb diangkat n indung telur kiri bliau di sterilisasi

Dokter pun memvonis bliau tdk akan dpt mengandung untuk selamanya

Proses pengangkatan indung telur kanan n pensterilan indung telur kiri di lakukan saat bliau masih gadis

Dan setelah proses itu bliau tdk mengalami menstruasi lagi

Sejak 1995 bliau sudah lalu lalang berceramah di banyak tempat dengan kondisi bliau yg sperti itu, dengan penuh semangat dan keikhlasan tentunya

Mungkin itu yang kemudian menyebabkan MR bliau sangat gigih mencarikan ikhwan utk mendampingi bliau..

Ikhwan pertama&kedua, setelah diberitahukan bhw ada kemungkinan bliau tdk dpt memberikan keturunan, dengan halus akhirnya memutuskan utk mundur

Tapi MR bliau terus mencarikan ikhwan lain utk dikenalkn dg bliau...hingga akhirnya, ikhwan ketiga ini yg berprofesi sb guru komputerlah yg dg ikhlas menerima bliau apa adanya.. Ketika disampaikan bahwa kemungkinan bliau tdk dpt memberikan anak, sang ikhwan berkata, "Tidak mengapa, kan anak kita sudah bnyak" :)
Subhanallah..

Namun subhanallah...
ALLAH Maha Berkuasa dan Maha Berkehendak..
Satu bulan setelah menikah, ternyata bliau dinyatakan positif HAMIL!!

Masya ALLAH, seorang wanita yg sudah diangkat n disteril indung telurnya ALLAH anugerahi kemuliaan utk mengandung, dan 9 bulan 5 hari anak bliau lahir dg normal dan sempurna

Barakallahu..

Dokter rumah sakit darmais (yg menangani kanker bliau)sangat kaget setelah mengetahui hal tsb, mana mungkin??!!

Jika ALLAH berkehendak, apa-apa yang dianggap tidak mungkin oleh manusia, akan sangat mudah bagi ALLAH untuk mewujudkannya

Lalu, satu tahun kemudian, bliau dinyatakan positif hamil LAGI

Kali ini, setelah di cek, diprediksi anak yg ada di dalam rahim bliau adalah anak kembar

Namun, setelah diperiksakan kembali ternyata kembaran calon anak yg ada di rahim bliau adalah sebongkah kanker yg menempel di pundaknya

Innalillahi...

Pilihannya ada dua:
Bliau dioperasi oral (seluruh kulit perutnya disobek) utk kemudian diangkat bongkahan kanker yg ada di dlmnya tsb
*'afwan agak lupa td detailnya seperti apa
Atau
Ditunggu sampai 9 bulan, tp resikonya adlh kmungkinan besar anak bliau akan meninggal di dlm kandungan

Beliau meminta izin agar diberikan wkt utk istikharah, krn bliau yakin ALLAH pasti kan memberikan petunjukNya..

Setelah dua hari melakukan istikharah, menangis dan memohon kekuatan kepada ALLAH dalam sujud-sujud panjangnya di sepertiga malam terakhir, akhirnya bliau mantap memutuskan utk menunggu sampai 9 bln..

Beliau tetap berdakwah seperti biasanya, semuanya bliau pasrahkan kpd ALLAH
9 bln kemudian, anugerah ALLAH kembali menghampiri bliau, anak bliau lahir dengan selamat tanpa adanya kanker sedikitpun (yg semula menempel di pundaknya ketika masih dlm kandungan)
Masya' ALLAH

Anak bliau terlahir dg berat normal seperti anak2 bayi pada umunya, namun bongkahan kanker yg ada di dalamnya itu memiliki berat 7,5Kg, jauh melebihi berat anaknya..

Awal mula terdeteksi adanya kanker yg menyertai anak yg beliau kandung saat itu adalah bliau tdk bisa buang air selama 20 hari, coba bayangkan itu tmn2 20 hari..

Saat diperiksa, ternyata kanker yg timbuh membersamai anak bliau di dlm kandungan itu menghimpit usus besar bliau, sehingga veses yg ada di usus besar tdk dpt keluar sebagaimana biasanya..

Akhirnya dibuatlah saluran pembuangan dr pinggang sbg alternatif pengeluaran veses, jadi, kemanapun bliau pergi, saat itu bliau selalu membawa2 kantong penampung kotoran di pinggangnya

Namun bliau ridha dg kondisi tsb, karena bliau yakin akan segala ketetapan ALLAH

Setelah anak kedua bliau lahir n kanker yg ad d dlmnya berhasil dikeluarkan, maka saluran alternatif tsb pun di tutup, dan bliau sdh bs buang air besar secara normal

Tapi, pertama kali (setelah 6 bulan tdk buang air besar dr anus) bliau buang air besar, rasanya itu amat sangat sakit, seperti mengeluarkan semangka dr anus, bahkan sampai keluar darah juga..

Namun sekali lagi, bliau tetap bersyukur n bersabar serta yakin akan segala ketetapan ALLAH tsb

Dampak2 lain dr beragam penyakit yg dialami beliau adalah:

Tidak tumbuhnya rambut beliau

Tanggalnya gigi2 bliau, hingga tinggal 1 gigi saja, bahkan klo di daerah bekasi bliau dikenal dg ustadzah sugi/tugi gtu...yg artinya ustadzah satu gigi., apa bliau marah dg sebutan tsb, tentu tidak, ya memang kenyataannya seperti itu.. #katabliausambiltersenyum

Bliau pernah mengisi pengajian ibu2 di daerah Plgadung, setelah selesai dan setelah membacakan do'a, tiba2 bliau muntah darah hingga jilbabnya dipenuhi dg darah
Saat itu dg tenangnya, bliau hanya meminta panitia kegiatan utk meminjamkan bliau jilbab

Bliau tdk bisa mengendarai motor, sehingga dlm memenuhi undangan dan lain sebagainya beliau hanya naik angkot (terkecuali jika ada panitia yg memang terkadang menjemput bliau dr tempat bliau sebelumnya)
Suatu saat, ketika turun dr angkot tiba2 salah satu kakinya tak dpt digerakkan, hingga bliau #ngesot di pinggir jalan menghampiri abang tukang becak utk naik n minta diantar ke tempat tujuan

Selain rambut yg sdh tdk dpt tumbuh n gigi yg sudah tanggal..

Bliau juga mengalami gangguan pendengaran, sehingga harus ada alat bantu dengar yg dpasang di telinganya..

Dan saat ini, kondisi jantung bliau juga sdh sangat lemah, hanya berfungsi sekitar 32%-35% saja, astaghfirullah..

Namun, beragam kondisi yg mungkin bagi kita begitu menyeramkan & menyakitkan tsb, bliau lalui dg biasa2 saja, yg tentunya tetap bliau iringi dg husnuzhan kpd ALLAH Ta'ala

Keadaan bliau yg seperti itu sama sekali tdk mengurangi semangat & keistiqamahan bliau dlm berda'wah

Bliau memiliki (klo tak salah) 4 klompok halaqah dg jumlah masong2 antaa 13-15org

Bliau jg menjadi pembina 11 majelis ta'lim, menjadi pengisi kajian2 rutin kemuslimahan rohis2 beberpa (ckup banyak) perusahaan

Beliau juga seorang konsultan rumah tangga, sering mengisi kegiatan/seminar parenting, dan kini sedang menyelesaikan S2 nya di UIN Syarif Hidayatullah serta ditantang oleh profesornya untuk melanjutkan S3, dan beliau menerima tantangan tsb

Hingga aktivitas bliau full dr senin sampai ahad, ALLAHU AKBAR!!

Sungguh sungguh sungguh mengispiasi sekali bliau :')

Dan sungguh sungguh sungguh malu, jika kita masih bermalas-malasan dalam beramal dan berda'wah dengan kondisi yang amat sangat jauh lebih baik daripada kondisi Ustadzah Tri tersebut

#YukBebenahDiri
Read more...
separador

Wednesday, March 27, 2013

Tadabbur Qs. Al Waqi'ah ayat 63-67





Sejenak mari qt mentadabburi Qs. Al Waqi'ah ayat 63-67
Sebuah pertanyaan ALLAH akan proses pertumbuhan benih /bibit tanaman yang manusia tanam,

"Kamu kah yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkannya?!"

Dalam proses bercocok tanam, manusia hanya mampu berikhtiar menyeleksi bibit-bibit unggul untuk kemudian di taman di tempat-tempat subur yang sudah dipersiapkan sebelumnya, kemudian merawatnya dengan memberikan pupuk, menyiraminya dengan air secara teratur, dan kemudian memetik hasilnya di kala masa panen tiba

Ya, seperti itulah yang mampu manusia lakukan

Lalu, jika kita mau berpikir lebih dalam...
Siapakah yang kemudian menumbuhkan akar-akar pada benih yang kita tanam tersebut?
Siapakah yang kemudian memanjangkan batang-batang dari dalam benih tersebut?
Siapakah yang kemudian menyusun beragam sel dan organ-organ lainnya di dalam tubuh tumbuhan secara teratur dan memiliki beragam fungsi yang berbeda serta saling melngkapi kebutuhan dari tumbuhan tersebut?
Siapakah yang kemudian mengontrol, mengatur, membuat segala proses mikroskopis dan makroskopis lainnya berjalan dengan begitu sempurna?

Kita kah yang menumbuhkannya? Atau ALLAH Yang Maha Agung lah yang menumbuhkan dan mengatur segalanya serta mendesainnya dengan begitu sempurna?

Namun, apakah kemudian kita duduk-duduk saja dan menyerahkan semua hasilnya kepada ALLAH tanpa diiringi dengan ikhtiar, do'a, dan tawakal yang optimal dalam tiap prosesnya?

Mari sama-sama kita kaji kembali lembaran-lembaran niat, amal, dan kepasrahan kita yang telah, sedang, dan akan kita lakukan bersama

Seberapa hebat pun kita dalam tiap kafa'ah yang kita miliki, pasti ada campur tangan super hebat dari Zat Yang Maha Hebat

Semoga ALLAH meridhai segala aktivitas kebaikan yang saya, kamu, dia, kalian, mereka, dan kita lakukan tiap detiknya..

Cukup hanya karena dan untuk ALLAH semata :)
 
Read more...
separador

Sunday, January 13, 2013

#SafariDakwah



Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Ditemani rintikan hujan di malam yang mulai kelam, kucoba ketukkan jari-jari ini tuk merangkai kisah perjalanan kemarin. RIHLAH LDK UNJ 1433 H yang selama perjalanan kusebut dengan #SafariDakwah, karena kuharap dan kuyakin bahwa rihlah kali ini bukan sekadar rihlah, tapi melainkan sebuah #SafariDakwah, perjalanan panjang yang mampu membangkitkan kembali spirit tuk berdakwah.

***
Berawal dari sebuah rencana dan keinginan merajut ukhuwwah antarpengurus LDK UNJ 1433 H yang belum pernah kami laksanakan secara bersama dengan serius. Maka di penghujung kepengurusan kami tercetuslah sebuah gagasan untuk mengadakan rihlah ke Pulau Pari, salah satu gugus Kepulauan Seribu. Penetapan hari dan tanggal yang kami ambil bertujuan agar perjalanan menuju pulau tersebut tidak terlalu ramai, Jum’at-Sabtu, 11-12 Januari 2013.

Hasil musyawarah yang dihadiri oleh perwakilan BPH sudah disahkan, dan penginformasian kegiatan rihlah ini pun mulai disebar kepada seluruh pengurus LSO dan LDK UNJ 1433 H. Enam hari pun berlalu. Ternyata masih belum banyak pengurus yang merespon/mengonfirmasi keikutsertaannya. Sms pengingatan pun kembali dikirimkan, dengan bantuan para Kord.Bid. dan juga Salim SMS Center, seluruh pengurus berusaha untuk kami ajak kembali.

Namun, karena banyaknya kendala/aktivitas beragam yang dimiliki oleh masing-masing pengurus, seperti UAS, mengajar, mengisi halaqah, sakit, dan lain sebagainya, akhirnya pada H-1 pun masih dalam hitungan jari yang menyatakan dapat mengikuti agenda rihlah ini.

Detik-detik penentuan jadi atau tidaknya rihlah ini pun semakin mendekat. Informasi mengenai kurang mendukungnya kondisi cuaca (angin kencang, hujan, laut pasang, dan lain-lain) akhir-akhir ini untuk menyebrangi lautan pun datang dari banyak pengurus. Kekhawatiran orang tua akan informasi tersebut juga muncul dari beberapa ortu kami. Semakin membuat keragu-raguan, khususnya bagi diri ini. Untuk menghalau keragu-raguan tersebut kumohon kepada Allah, agar Allah menjaga kami dan memudahkan perjalanan kami ini. Dan aku minta agar ikhwannya mencari informasi kondisi real di sana. Kabar yang didapat, Alhamdulillah, insya Allah sampai saat ini pelayaran masih baik-baik saja. Dan setidaknya info tersebut pun dapat sedikit memberikan ketenangan.

Sepulang dari Sekolah Murabbi, kuhempaskan diri, kemudian kucoba menanyakan dan mengajak kembali beberapa teman yang belum mengonfirmasi kehadirannya pada agenda rihlah ini. Namun, memang takdir Allah menetapkan demikian, usaha tersebut tetap tidak merubah komposisi pengurus yang sudah daftar sebelumnya.

Di tengah keragu-raguan, tiba-tiba handphone-ku bergetar pertanda ada sms yang masuk. Setelah kubuka,ternyata itu sms dari Aini, yang isinya:
Assalamu'alaikum. Run, maaf ganggu malam-malam gini, tadi Aini lupa ngomong, jangan takut Run sama masalah cuaca kan masih ada Allah. Asalkan kita gak berprasangka aja pasti gak akan kenapa-kenapa, terus Aini jadi inget ada kutipan hadits atau ayat Al Qur'an, sesuatu yang ragu-ragu itu haram hukumnya, jadi tinggalkanlah hal-hal yang membuat kamu ragu, jadi jangan ragu, semangat rihlah besok, kirim salam ya ke teman-tean yang lain, selamat bersenang-senang :D. Semangat."
Subhanallah, makasih ya Aini :')

***
Perjalanan pun dimulai. Karena tidur agak larut, rencana untuk bangun jam 03.15 mundur 35 menit. Agak kaget, karena belum mempersiapkan semuanya, baru semalam saja ibu membelikan sepuluh bungkus mie beserta telur dan sukro untuk sarapan hari kedua di tempat tujuan. Hasil kesepakatan malam harinya, kami berangkat menuju Muara Angke dengan cara konfoy motor dari depan kampus (dengan berbagai pertimbangan, salah satunya pertimbangan keuangan :D). Sekitar pukul 05.30, akhirnya aku berangkat dari rumah menuju kampus. Sesampainya di kampus, Mawaddah sudah ada di sana, begitu juga dengan tiga ikhwan LDK (Haris, Hakim, Faiz; mohon maaf sekali ya teman-teman).

Setelah siap, para bikers pun meluncur menuju Muara Angke, melalui jalur: Cempaka Putih --> Senen --> Gambir --> Harmoni --> Grogol --> Pluit --> (setelah itu sudah tidak tau lagi nama-nama daerah sana) hingga akhirnya sampai lah di Muara Angke. Di tengah perjalanan Alhamdulillah aman-aman saja, hanya ada satu kejadian yang saat itu kembali menimbulkan keragu-raguan untuk melanjutkan agenda ini (tapi coba dimantapkan lagi juga sih setelahnya), yaitu, setelah memutar arah menuju Pluit, si HiPer terbawa arus dan memasuki jalur bus way hingga lurus terus kembali ke arah Grogol, astaghfirullah..ckckck.. akhirnya, kami mencari putar balik, dan itu baru ditemukan di bawah fly over Roxy, subhanallah ya..

***
Sesampainya di Muara Angke, motor-motor kami pun diparkir dengan ongkos parkir Rp20.000 (wedew..lumayan ini, tapi tak apalah, daripada daripada). Kemudian kami berjalan melalui genangan air yang berwarna hitam pekat menuju Muara Angke Harbour. Karena tak ingin melaluinya, akhirnya aku dan Mawaddah memilih memtar jalan dan lumayan jadi tidak full bersimbah genangan air hitam tersebut. Sesampainya di Harbour, kudapati beberapa kapal kayu yang agak besar (baru kali ini berdiri di dekat kapal kayu seukuran itu, karena sebelumnya ketika ke Pulau Onrust aku hanya naik perahu kayu yang kecil).

Si Boss mulai bertanya-tanya dan mengadakan diskusi kecil dengan orang kapal. Ternyata, pagi itu tidak ada pelayaran menuju Pulau Pari karena perairan di sana sedang tinggi (hhmm..menghela napas dalam). Sambil menunggu Fika dan Hamid yang masih dalam perjalanan menggunakan angkot (dengan beragam kendala yang dihadapi :D) serta Adhon yang sudah sampai di parkiran, disertai dengan keberangkatan seluruh kapal yang ada di sanadan kabarnya tak ada kapal lagi yang akan berlayar kecuali kappa ikan (hiks hiks :’P) kami mencoba mencari alternatif lain dari kondisi ini.

“What Ever.. Tujuan asasi yang paling penting” kalimat tersebut muncul dalam lintasan pikiranku. Apapun, ke manapun, asal semuanya sepakat it’s okay bagiku.

Setelah bermusyawarah dan mencari info dari beberapa orang, akhirnya diputuskan kami akan lanjut menuju Tanjung Pasir, Tangerang. Infonya dari sana juga ada perahu yang bisa mengantarkan kami ke Pulau Pari. Bismillaah, dengan modal kepasrahan atas semua ketetapan Allah, informasi dari bapak-bapak di Muara Angke, serta Peta Manual dan GPS kami mulai memasuki Dunia DORA (hadeuuh..haha..).

***
Perjalanan kami dari Muara Angke menuju Tanjung Pasir dapat dikatakan cukup panjang tetapi lancar, hanya sesekali salah ambil arah, tapi itu pun tidak terlalu jauh salahnya. Hingga akhirnya (jeng jeng.. jeng jeng..) sampailah kami di Dermaga Tanjung Pasir. Di sana kami tidak langsung berangkat mengarungi lautan. Karena ada berbagai pertimbangan dan musyawara kecil yang kami lakukan kembali hingga akhirnya muncullah kesepakatan untuk berangkat menuju Pulau Untung Jawa (tetap dengan harapan dari pulau tersebut kami bisa naik perahu lagi menuju Pulau Pari, karena kabarnya Pula Untung Jawa dekat dengan Pulau Pari).

Angin dan ombak terasa agak kencang saat itu. Dengan kembali berserah diri kepada Allah, kami pun mulai berlayar. Bismillaahi majreeha wamursaha inna Rabbi laghafuururrahiim..

Waw, subhanallah.. Perahu kayu yang kami naiki saat itu sangat terasa goyangannya (karena hempasan angin dan ombak). Tapi, aku sangat menikmatinya. Beberapa kali sempat kudokumentasikan keindahan alam ciptaan Allah ini dalam bentuk foto dan video. Sepanjang pelayaran, tak hentinya kuterkagum-kagum dengan beragam panorama tersebut, mulai dari liukan ombak yang cukup tinggi, burung-burung yang beterbangan, serta pulau di seberang lautan yang begitu rimbun ditumbuhi oleh pepohonan (dan aku baru tau kalau pulau tersebut bernama Pulau Rambut)

Sesampainya di Pulau Untung Jawa, para ikhwan langsung mencar masjid terdekat karena sebentar lagi akan memasuki waktu shalat Jum’at. Sedangkan akhawatnya beristirahat di pendopo dekat dermaga dan dilanjutkan dengan makan siang (yang juga merupakan sarapan) di warung yang tak jauh dari dermaga. Ketika melihat warung tersebut, terdecak agak takjub “Ihh, subhanallah, ada plang Asmaul Husna” sepertinya plang-plang bertuliskan Asmaul Husna tersebut pun terpasang, di pinggiran jalan pulau tersebut, karena di satu plang hanya terdapat enam Asmaul Husna.

Setelah selesai makan dan shalat Jum’at pun selesai, akhawatnya segera bersiap menuju masjid untuk menunaikan shalat Zhuhur, dan gentian sekarang ikhwannya yang makan. Setelah selesai shalat Zhuhur dan Tibas, rasa lelah itu mulai menghampiri, kebingungan pun berkecamuk di dalam pikiran karena teringat informasi dari ibu-ibu warung bahwa perahu ke Pulau Pari tidak berlayar hari ini (suntuk, penat, dan ngantuk sangat jadinya saat itu). Dengan kondisi seperti itu, akhirnya diputuskanlah untuk menginap di pulau tersebut. Setelah dapat penginapan (tempatnya seperti kost-kostan) masing-masing (ikhwan-ikhwan, akhwat-akhwat) beristirahat.

***
Sore harinya, ba’da shalat Ashar kami tekadkan untuk menjalani kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Ikhwannya sudah jalan terlebih dahulu menjelajahi pinggiran pulau. Kabarnya ternyata ada pasir putih di pantainya (waw, Alhamdulillah..) akhawatnya pun bersiap-siap menuju pantai yang ternyata juga banyak dihidupi oleh beragam biota laut seperti kepiting, timun laut, keong, ikan-ikan kecil, ganggang, dll.

Setelah puas membuat beragam tulisan di pasir, dan menjelajahi karang di tepi pantai (saat itu banyak ibu-ibu dan anak-anak yang sedang mencari sejenis tumbuhan laut gtu di sana), kami (akhawatnya) memutuskan untuk menelusuri pinggiran pantai. Setelah berjalan beberapa meter, pasir putihnya kini berganti dengan serpihan batu karang (berasa berjalan di atas  pecahan beling, coz seperti bunyi-bunyi beling yang diinjak=injak gtu pas jalan di atasnya) sampai akhirnya ternyata tidak ada akses untuk terus berjalan di tepian pantai karena sudah dipenuhi oleh padang mangrove.

Akhirnya kami masuk mengikuti jalan setapak, berjalan di pinggiran tambak (atau apalah itu namanya) hingga menjumpai beberapa rumah warga. Saat itu kami tak tau arah, tujuan kami hanya untuk mencari pantai di pinggiran Pulau Untung Jawa bagian Barat untuk menyaksikan sunset yang sebentar lagi akan terjadi. Sempat bingung memilih jalan mana yang benar, dengan mengandalkan feeling dan kesoktahuan (saya kadang suka sok tau nih) serta kepercayaan bersama dalam menentukan pilihan akhirnya kami menjumpai sebuah dermaga dengan hamparan pantai yang dihiasi pasir putih serta beberapa mainan (seperti ayunan, njot-njotan, dsb) di sekitarnya. Dan sunset pun mulai terlihat begitu menawan.

Saat itu kuputuskan untuk tidak ikut bermain air, aku lebih memilih untuk mengabadikan keeksotikan sunset di tepian pantai dengan kamera handphone-ku sambil memandangi langit yang sesekali dilewati oleh beragam jenis burung yang beterbangan. Begitu kudibuatNya terpesona dengan keindahan alam di sebrang Pulau Jawa ini. Maha Suci Allah dengan segala KeagunganNya.

Malam harinya, kami (akhawat) memilih untuk berdiam diri di kamar. Selain karena desiran angin yang terdengar begitu kencang, kami pun beristirahat, kembali memulihkan tenaga untuk menjemput petualangan luar biasa keesokan harinya. Saat itu aku bilang kepada akhawat yang lain, “Aku jadi mau main-main air, apa lagi klo bisa naik Banana Boat.” Semoga hari esok benar-benar semakin luar biasa.

***
Setelah Qiyamul Lail, shalat Shubuh dan Tibas dan saat fajar mulai menyingsing, kami bergegas menuju bagian timur Pulau Untung Jawa, aku berlari ke luar kamar untuk menyaksikan sunrise, untuk mengabadikannya (lagi-lagi melalui kamera handphone-ku, karena aku tak membawa serta kamera digital dalam perjalanan kali ini).

Tadinya kami mau ke ujung dermaga, tapi ternyata sudah dikuasai oleh ikhwan-ikhwannya (ya sudah lah, apa boleh buat). Namun, kami tak kehilangan tekad, semangat, dan ide brilliant. Kami justru menemui tempat yang lebih menantang, kami tapaki bebatuan yang dirakit dengan kawat-kawat dari tepi pulau membentang menyerong ke lautan, dan dari sana kami justru dapat menyaksikan sunrise yang begitu menawan. Masya Allah :’)

***
Setelah matahari tak muncul lagi karena tertutup awan yang agak mendung di kejauhan, kami pun beranjak meninggalkan ujung bebatuan tersebut menuju warung tempat pertama kali kami makan untuk meminta dibuatkan mie goreng sebagai sarapan (akhirnya mie gorengnya bisa dimasak juga). Setelah mie matang, kami pergi menuju dermaga yang berpantai indah tempat kemarin sore kami menikmati sunset. Ternyata airnya pasang dan menggenangi pasir pantai. Maka, kami putuskan untuk sarapan di ujung dermaganya saja.

Ditemani desiran ombak yang jauh lebih bersahabat dan lintasan burung di langin yang menghampar luas, kami sarapan bersama. Empat akhwat alumni LDK, empat akhwat MIPA, ya kami adalah akhawat MIPA alumni LDK UNJ 1433 H dan MUA 1432 H..haha :p

Seusai sarapan, ternyata Banana Boat yang kemarin sore ditutupi terpal di tepi pantai kini sudah dibuka dan motor boat-nya pun sudah datang, setelah bermusyawarah (semua kesepakatan dimusyawarahkan bersama J) kami fix naik Banana Boat. Sebelum benar-benar naik, kami minta izin sama ikhwannya untuk pulang jam 10 lewat (coz tadinya kami berencana kembali dijemput perahu menuju daratan Pulau Jawa, sekitar jam 9). Setelah oke, kami (akhawatnya) langsung meluncurrr..

Subhanallah, ini pertama kalinya naik Banana Boat bagiku. Keren n seru abiss pokoknya. Terhempas dari atasBanana Boat, mengambang di tengah lautan, berenang dengan pelampung, waaaaaaaa, mau lagi dan lagi..

Setelah selesai, kami pun segera bersih-bersih dan beres-beres. Setelah selesai semuanya, dan sebelumnya sudah berkali-kali semua handphone ditelpon oleh semua ikhwannya. Akhirnya denga berat hati kami beranjak menuju dermaga, menaiki perahu kayu berwarna biru tuk arungi lautan dengan hempasan ombak yang mendayu-dayu.

***
Sesampainya di Tanjung Pasir, kami beristirahat sejenak, makan otak-otak ikan dan meminum es kelapa muda (yang sejak Jum’at sudah diidam-idamkan oleh Mawaddah Warahmah :P). Lalu kami memulai perjalanan pulang sebagai anak motor lagi, prediksi tiga jam baru sampai rumah (subhanallah, dahsyad. Ini perjalanan terlamaku mengendarai HiPer).

Baru beberapa ratus meter kami mengendarai motor, adzan Zhuhur berkumandang. Kami pun menepi dan shalat Zhuhur di sebuah masjid yang berada di area sebuah SMA Islam di daerah sana. Seusai shalat Zhuhur kami kembali melaju ditemani kemacetan yang menghiasi kota Tangerang dan Jakarta menuju #BaitiJannati, menjemput #SafariDakwah yang sesungguhnya.

Yup, rihlah kali ini bukan sekadar rihlah, tapi ini adalah bagian dari #SafariDakwah.
Untukmu Seluruh Sahabat Juang Kebaikan, semoga Allah menghimpun kita kembali di Surganya yang kekal abadi, yang pasti sangat jauh lebih indah dan menawan dari sekadar Pulau Untung Jawa ataupun Pulau Pari..



Cassava Garden, 13 Januari 2013. 2.00 AM
kni12.keren~


NB: utk foto2nya, bisa liat di mari -->>http://www.facebook.com/media/set/?set=a.575474115799755.153497.100000115154330&type=3
Read more...
separador

Saturday, November 17, 2012

Hingga Ukhuwwah Ini pun Kembali Merekah


Perjalanan hari ini dihiasi dengan beragam cerita menarik yang memiliki begitu banyak ibrah di dalamnya. Mulai dari menemani ibu membeli buku dan obat-obatan herbal di Senen, hingga pulang agak malam karena berkumpul bersama akhawat tangguh nan shalihah, keluarga kecilku di LDK UNJ.

***

Sebenarnya, hari ini aku sudah berniat untuk menemui kedua calon dosen pembimbingku yang baru saja kudapati namanya pekan lalu setelah berbulan-bulan kumenantinya melalui proses yang cukup panjang. Sebelum berangkat, aku pun mampir ke rental untuk nge-print outline yang hendak kusertakan bersama dengan surat pengantar yang ditujukan kepada kedua dosen pembimbingku tersebut.

Setelah selesai nge-print, aku mengantar ibuku untuk membeli beberapa buku, pesanan Qur’an dan obat-obatan herbal, sekalian searching Mushaf Utsmani berterjemah di beberapa toko buku yang ada di Senen. Sayang, setelah lama berkeliling, mushaf Qur’an yang ibu dan aku cari tak kami dapati meski kami sudah mengunjungu beberapa toko yang ada di sana. Huft, mungkin memang belum rezekinya ini, mencoba untuk tetap think positive.

***

Ketika melihat handphone, ternyata sudah jam 14.00. Waduh, sepertinya tak keburu ini kalau harus ke kampus B menyerahkan outline dan surat pengantar tersebut. Akhirnya, kuputuskan untuk langsung menuju FIP lantai 3 memenuhi undangan syuro akbar FIU 2012. Insya ALLAH Rabu atau Kamis akan kuagendakan kembali untuk menyerahkan berkas-berkas tersebut :) (habis dinasehatin sama teteh2 HUDA kemarin malam :D)

Teteww, saat tiba di lantai 3 FIP aku bingung harus ke mana, karena belum tau syuro akbarnya di ruangan mana. Setelah menelusuri lorong kelas dan tak kudapati teman-teman yang sedang syuro, akhirnya kuputuskan untuk beristirahat sejenak dan menunggu konfirmasi tempat syuronya di mushalla FIP. Saat baru saja hendak melangkahkan kaki ke dalam mushalla, tiba-tiba seorang akhwat Tarbawi memanggilku dan aku mendapatkan informasi dari beliau bahwa syuronya di ruang 316. Karena khawatir telat, tanpa berpikir panjang, langsung kutuju ruang kelas yang dimaksud.

Ketika melihat ruang kelasnya, ternyata di dalamnya masih terdapat beberapa mahasiswa FIP sedang berkumpul di sana. Hhm, bagaimana ini ?@#$%? Lalu, tanpa disengaja, aku melihat salah seorang akhwat panitia sedang duduk sendirian di pinggiran selasar Daksin lantai 3. Sambil tersenyum, kudekati beliau dan di dalam hati aku bersyukur, Alhamdulillah ada temannya..hehe.. think positive :D. Beberapa saat kemudian, boss FIU pun datang dengan rekan-rekannya. Setelah mengondisikan ruangan, syuro pun dimulai.

Syuro pun berjalan dengan cukup lancar. Beberapa perencanaan, evaluasi dana dan persiapan lainnya, pemaparan rangkaian acara, dan lain sebagainya dibahas bersama dan di’godog’ kembali agar miscommunication semakin terminimalisir. Masih ada beberapa hal yang mesti difiksasi dan dioptimalkan lagi memang, tapi aku cukup senang di sana, karena melihat semangat adik-adik dalam menyukseskan agenda akbar syi’ar kampus UNJ tersebut. Beberapa kali sempat aku berdiskusi dengan mereka, meski saat itu si boss sedang berbicara di depan (hehe..maap ye boss, coz urgent tadi), dan kusadari bahwa ternyata aku (sebagai salah seorang pengurus LDK) belum banyak membantu mereka. Padahal, ini adalah agenda besar LDK UNJ yang mungkin sekaligus agenda terakhir kami. Astaghfirullah.. :(

Bismillah, untuk kedepannya, insya ALLAH diri ini bertekad membantu adik-adik panitia FIU dengan lebih optimal lagi. So, kalau ada yang hendak disampaiakan, sampaikan aja ya de ;) insya ALLAH aku dan teman-teman pengurus LDK lainnya akan membantu seoptimal mungkin. Barakallahulana..

***

Sore ini, sebenarnya juga ada pertemuan special untuk akhawat pengurus LDK UNJ di Masjid Nurul Irfaan. Tapi, aku, ibu kaput, dan ibu Bendum datang agak telat ke agenda tersebut. Tapi Alhamdulillah, kami masih dapat mengikuti agenda tersebut dengan khidmat.
Ba’da Maghrib, kami (akhawat LDK) melanjutkan agenda silaturahim dengan makan bersama di salah satu tempat makan yang cukup familiar di kalangan aktivis kampus :), tempat makan yang sangat aku sukai (terutama suasana dan warna ruangannya).

Agenda ini sebenarnya sudah sangat lama kami tunggu-tunggu, namun baru ALLAH wujudkan saat ini, saat menjelang akhir kepengurusan kami, saat beragam rasa yang berbeda telah kami rasakan masing-masing. ALLAH pasti memiliki perencanaan terbaik di balik semua keputusanNya ini, think positive.

Satu persatu dari kami yang sebelumnya belum mengungkapkan segala bentuk perasaan dan perencanaan kedepannya di LDK pun mulai bercerita. Mengungkakap suara hati yang selama ini masih dipendam sendiri, atau bahkan yang selama ini ternyata membuatnya sakit dan semakin tersakiti (lebay.com).

Sembari menikmati hidangan yang mulai datang dengan berangsur-angsur, agenda sharing-sharing pun dimulai. Meski terselip canda tawa dan diskusi kecil tak berarah, kami tetap berusaha untuk menyimak pemaparan saudari kami yang sedang medapatkan giliran dengan seksama.

Suara hati dari diri-diri kami pun mulai keluar dengan perlahan. Ternyata ada yang pernah terbersit untuk berhenti berkontribusi, namun Alhamdulillah ALLAH masih menjaganya dan membuatnya dewasa dalam menyikapi rasa tersebut. Ada yang merasa bahwa ukhuwwah di antara kami kering kerontang tak berasa bahkan mungkin tak ada, tapi Alhamdulillah ALLAH menghendaki sebuah peristiwa terjadi di antara kami yang menunjukkan bahwa ukhuwwah itu masih ada dan sangatlah terasa, meski dengan cara yang unik dan tak terlupakan ALLAH menunjukkannya. Ada yang merasa bahwa kerjanya hanya sebatas pengeksekusi instruksi yang ada, tapi Alhamdulillah tantangan baru membuatnya berfikir dan bersemangat menjalani aktivitaas da’wah ini hanya karena dan untuk ALLAH semata. Ada yang merasa bahwa dirinya tak mampu merangkul saudaranya yang lain, tapi Alhamdulillah ALLAH masih menjaganya untuk tetap bertahan dan berusaha seoptimal mungkin untuk tetap merangkul saudara-saudaranya dengan segala kekurangan yang dimilikinya. Ada yang pernah berkesimpulan ternyata di kepengurusan kami ukhuwwah tidak lebih kami butuhkan daripada penyelesaian proker-proker yang ada, namun Alhamdulillah ALLAH masih menjaganya dengan diadakannya agenda ini, bahwa sebenarnya kami sangatlah membutuhkan ukhuwwah yang mungkin selama ini belum kami rasakan bersama.

Ada sedih, ada tangis, ada senyum, ada tawa. Semua menjadi satu dan semakin menguatkan ikatan ini.

Mungkin, jika ALLAH berkehendak agenda silaturahim akhawat LDK UNJ tadi  tidak terlaksana hari ini, masih ada prasangka dan keberkecilan hati di dalam diri-diri kami. Masih ada kegelisahan dan keengganan untuk saling terbuka dan bertukar pikiran antarsaudara seperjuangan. Masih ada perasaan bersalah yang tak jelas ditujukan kepada siapa. Masih ada banyak hal yang entah akan menemukan penyelesaiannya atau tidak.

Memang belum banyak yang hari ini dapat berkumpul bersama kami. Tetapi insya ALLAH, hati-hati kami mulai terbuka kembali. Hingga ukhuwwah ini pun kembali merekah di antara kami. Di penghujung perjuangan ini.

Salam cinta dan semangat untuk Ukhti fillah yang belum bisa hadir, semoga di lain kesempatan ALLAH mudahkan kita untuk berkumpul bersama.

***

Tidaklah ada kata terlambat untuk sebuah perbaikan. Tidak ada kata terlambat untuk sebuah pemafaan. Tidak ada kata terlambat untuk sebuah pengorbanan.

Kita ada, karena ALLAH yang mengadakan. Kita satu, karena ALLAH yang menyatukan. Kita bersaudara, karena ALLAH yang menghendaki demikian.

Semoga diriku, dirimu, dan diri kita semua ALLAH ridhai untuk kembali berkumpul bersama, berkumpul bersama saudara-saudara seiman, seperjuangan, dan sepenanggungan. Berkumpul di tempat yang tak kan pernah ada lagi keluh dan kesah. Tak kan pernah ada lagi kesengsaraan dan penderitaan. Tak kan pernah ada lagi kegamangan dan kegelisahan. Tempat yang agung, tempat yang suci, tempat para nabi dan rasul serta orang-orang shalih berkumpul bersama. Tempat yang ALLAH janjikan bagi hamba-hambaNya yang mencintai ALLAH, Rasulullah, dan jihad fii sabilillah. Tempat persinggahan terakhir yang amat sangat kita rindukan bersama. Al Jannatul Firdaus nan mulia.

Uhibbuki fillah yaa Ukhti.. :*
Karena kita bersaudara :’)


Cassava Garden, 27 November 2012 11.00 PM
kni12.keren~


Read more...
separador

Tuesday, August 7, 2012

Kisah Hari Ini.. "Seharian nge-Drive bareng Si HiPer"


Pagi tadi, kumulai langkahkan kaki ke luar rumah dan bermain dengan si 'hitam perkasa' menuju kampus tercinta..

Meski bulan puasa, si hiper tetap minta minum tuk hilangkan dahaga. Jadi, kusempatkan mampir ke pom bensin sekadar menghilangkan dahaganya, sekalian ambil money tuk cetak Buku Pintar Salim UNJ 2012 yang kata si Boss mau dibagikan segera..

Sesampainya di kampus, ternyata tersedia waktu luang penuh manfaat yang dapat dioptimalkan tuk aktivitas cyber via WiFi yang tersedia, alhamdulillah menunggu kebaikan dengan sebuah kebermanfaatan, insya ALLAH..

Beberapa saudara dan saudari yang ditunggu pun datang satu persatu membawa beragam 'bawaan' yang berbeda. Ada jutaan dana baksos, info penting, flashdisk, tawa riang, cerita seru, dan lain sebagainya..

Jarum jam pun terus berputar, hingga akhirnya ketika mereka tepat menunjukkan waktu pukul 11.00 kuputuskan untuk berangkat berburu Iqro' ke Toko Buyung bersama Ukht Dayoh si Sanguinis, yup main bareng si hiper (lagi) juga tentunya..

Alhamdulillah, 150 Iqro' berhasl kami temukan, karena bingung bagaimana cara memindahkan Iqro' segitu banyaknya dari Senen ke Rawamangun, akhirnya abang2 spesialis driver utusan Buyung kami 'sewa' untuk mengatasi masalah tersebut dengan segera :D

Hhm, hari ini terasa begitu cepat, dan tiba-tiba sms masuk dari teman kelas yang mengabarkan bahwa PA kami sudah ada di jurusan. Jeglek..jeglek..Bremm..Bremmmm... melaju lagi dengan si hiper dan Ukht Sanguinis, kali ini menuju Kampus B, FMIPA, Jurusan Matematika. Ternyata benar, beberapa teman sudah ada yang pulang karena urusan KRS-nya sudah selesai, tinggal aku dan Byas yang tertinggal :( But, it's okay.. Pak Dosen yang baik dan bijak tetap menyambut kami dengan senyuman dan bimbingan dahsyad penuh makna. .

Sempat agak lama di jurusannya nih, karena ada something yang harus diurus, tapi ternyata tak goal. Hhm, mungkin memang sudah digariskan seperti ini oleh ALLAH Azza wa Jalla. Optimis saja ^^/ 

Ba'da urusan di jurusan, kami ngacir lagi (si hiper tak bosan ya..hehe..). Kali ini menuju TipTop searching snack n alat tulis untuk bingkisan adik-adik peserta lomba di Baksos Akbar Sahabat Muslim UNJ (agenda bersama LDK UNJ-BEM UNJ-Masjid Alumni-LDF,BEMF,BEMJ/HMJ/HIMA se-UNJ) yang akan diberikan sore nanti.

Sesampainya di TipTop pas banget terdengar adzan Ashar, so kami langsung menuju mushalla yang ada di lantai dua (pertama kali masuk ke dalam mushalla di sana). Subhanallah, meski simple, tapi elegan, terasa luas, dan nyaman banget, harusnya kayak gini nih semua mushalla yang dibangun oleh swalayan/hypermarket/dan sejenisnya.. 

Setelah itu, langsung memulai pencarian snack dengan jumlah masing-masing 20 pcs. Blek..blek..blek.. dapet deh, dibawa ke kasir, bayar, dan ternyata masih harus bermain lagi dengan si hiper nih, coz di TipTop tak ada alat tulis yang hendak dijadikan sebagai souvenir bersama snack untuk adik-adik comdev euy..

Wush..wush..pinggiran Balai Pustaka dan daerah SuGi kami satronin, mampir di dua tukang photo copy tuk beli beberapa alat tulis. Alhamdulillah, dapet.. Akhirnya, kembali ke kampus tuk bungkus-bungkus..

Sesampai di kampus A dan seusai bungkus-bungkus, kemudian menyiapkan ta'jil bersama saudari-saudari di sekret MNI. Setelah adzan maghrib, adik-adik comdev dan panitia ifthor bareng, lalu bersiap untuk sholat Maghrib.

Saat itu, aku duduk di pelataran MNI, coz diminta menjaga setumpukan Iqro' dan amplop-amplop yang nantinya akan dibagikan kepada adik-adik comdev. Dan di sana, peristiwa singkat, tapi sangat berkesan terjadi. Ada adik kecil di belakangku yang secara tiba-tiba menyodorkan air mineral gelas dan berkata, "Kak udah buka belum? Ini airnya buat Kakak." Subhanallah, baik hati dan polos sekali adik itu :') dengan senyuman, aku sambut tawarannya, dan kukatakan, "untuk adik aja, kamu haus juga kan belum minum?" Dengan muka datar, si adik akhirnya membuka air mineral gelasnya dengan giginya (hehe, padahal giginya ompong, jadi ingatadikku dulu saat pasih ompong suka membuka -mencoblos- air mineral gelas dengan giginya yang agak tajam :D). Lalu si adik menawarkan kurma, "kalau ini mau Kak? Buat Kakak aja ini?" kujawab, "Hhm, boleh deh kalau itu" (tak enak kalau ditolak lagi pemberiannya) "Memangnya adik gak suka kurma?" jawabnya, "Enggak" (sampil menggelengkan kepala) dengan muka datar dan penuh kedamaian si adik mulai makan tempe tepung yang ada di box ta'jil miliknya, lalu ia berkata lagi, "tempenya gak enak ah.." kutanya, "Kok gak enak? Emang rasanya gimana?" jawabnya, "Tempenya keras, nanti gigi aku rontok lagi.." :D :D Dengan tawa kecil, kutanya nama si adik, tapi karena kegiatan santunan sudah maau dimulai akhirnya aku berpindah menuju meja tempat box makanan dan Iqro', pas aku menoleh, si adik sudah tak di tempatnya lagi, hanya ada bungkusan snack miliknya. Hmm, mungkin si adik sedang bersiap untuk wudhu/sholat Maghrib kali ya (pikirku dalam hati). Senang bisa bertemu dengan anak sepertimu, dik :') polos, jujur, baik hati, ingin sekali rasanya bisa bertemu denganmu lagi, meski sayang aku tak sempat bertanya banyak tentang dirimu adik kecil. Semoga kelak ketika kau besar nanti, dirimu dapat tumbuh menjadi sosok lelaki sholih yang cerdas, jujur, dan baik hati, aamiin..

Kegiatan santunan pun berjalan dengan lancar, meski ada sedikit kendala di akhirnya, tapi alhamdulillah hal tersebut dapat diatasi. Setelah selesai semua, aku kembali menemui si hiper tuk ku ajak pulang, beristirahat menunggu perjalanan panjang esok hari bersama ibu tercinta..

Hhhmm, hari ini begitu luar biasa. Terima kasih ALLAH atas segala pembelajaran yang Engkau beri kepadaku hari ini. Trima kasih teman-teman atas warna warni hari ini..
Semoga kita dapat mengambil beragam ibroh dari berbagai hal yang terjadi setiap harinya..

SEMANGKA!!! Semangat karena ALLAH Ta'ala \^.^/


Di penghujung malam,
Cassava Garden, Klender, Jakarta Timur
Selasa, 7 Agustus 2012/19 Ramadhan 1433H


_kni12.keren~



///////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

waahhhh, tak disangka bisa nulis lagi, lumayan agak panjang juga ternyata, tapi seruu..
ini ceritaku, mana ceritamu? :D

Read more...
separador

Total Pageviews

Categories

Followers

Entri Populer