#GazaUnderAttack

Powered by Blogger.

Tausiyah

Dari Abu Amr, -ada juga yang mengatakan- : Abu ‘Amrah, Sufyan bin Abdillah Ats Tsaqofi radhiallahuanhu dia berkata, saya berkata : Wahai Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, katakan kepada saya tentang Islam sebuah perkataan yang tidak saya tanyakan kepada seorangpun selainmu. Beliau bersabda: Katakanlah: saya beriman kepada Allah, kemudian berpegang teguh (istiqomahlah. (Riwayat Muslim)

"Tugas kita adalah menyalakan lilin, bukan mencela kegelapan" Anis Matta (Barang kali kita memang tidak bisa mengubah keadaan, tetapi bukankah kita bisa mengubah sikap dalam menghadapinya..)

"Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk” (QS. Al-Kahfi:13)

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah (keseluruhan), dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqarah: 208)

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong pada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia)."(QS. Ali Imran : 8)

Twitter

#SavePalestine



Live Traffic Map

Live Traffic Feed

loading...

Friday, October 12, 2012

Mulianya Menjadi Ibu Rumah Tangga


Mulianya Menjadi Ibu Rumah Tangga

Islamedia - Menjadi ibu adalah kodrat setiap wanita, tetapi pilihan untuk menekuni diri sebagai ibu rumah tangga bukanlah tugas yang mudah. Di tengah kepungan budaya Barat dan penjajahan media, kaum wanita hari ini telah meninggalkan identitas mulianya sebagai ‘benteng ummat’. 

Sebagian mereka menyibukkan diri dengan urusan-urusan kecil yang remeh, pernak-pernik perhiasan dan persaingan gaya hidup modern yang menjauhkan mereka dari keutamaan individu dan sosial. Seorang ibu dengan tampilan ‘wah’ yang bergelut mengejar materi dan status sosialnya akan lebih disegani dibandingkan ibu rumah tangga sederhana yang waktunya lebih banyak dihabiskan untuk mengasuh dan mendidik anak-anaknya.

Hidup di zaman ini membutuhkan ketahanan yang luar biasa. Sebagai muslim, bekal ilmu dan keduniaan yang dikaruniai Allah Swt seharusnya meyakinkan mereka akan kebenaran petunjuk Allah yang menegaskan prinsip kesetaraan (gender equality), bahwa kaum ibu bermitra sejajar dengan kaum laki-laki, dalam posisi yang sangat istimewa. Yaitu sebagai pendidik generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan diri dan keluarganya. Mendidik diri dan keluarganya untuk selalu memahami dan mengikuti bimbingan Allah dan Rasul-Nya. Inilah investasi besar yang sering diremehkan oleh para ‘penikmat dunia’.

Pesan Istimewa untuk Para Wanita

Salah satu pesan istimewa Allah Swt kepada kaum wanita diabadikan dalam ayat berikut; “dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta’atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS. 33:33).

Sesungguhnya kemajuan di zaman ini banyak diilhami oleh ayat diatas. Allah Swt menghendaki kaum wanita agar berperilaku lemah lembut, pemalu dan penuh kasih sayang kepada orang-orang di sekitarnya, tidak melakukan ucapan dan tindakan yang menimbulkan godaaan yang akan menjatuhkan martabat kaum wanita.

Karena, kehalusan budi dan tingkah laku wanita adalah salah satu pilar utama kehidupan. Ibu-ibu yang shalih akan mendidik anak-anaknya untuk menjadi shalih.

Bahkan, kaum ibu dahulu mampu membangun karakter pribadinya dan melakukan berbagai aktifitas keilmuan dibalik “tembok sunyi “ yang dapat menjaga sifat dan  rasa malu. Itulah kehendak Allah atas kaum wanita. Karakter dan psikis wanita tersebut selaras dengan kondisi fisik yang diciptakan  Allah Swt dalam bentuk yang berbeda dari kondisi yang dimiliki kaum laki-laki. Tubuh wanita diciptakan dalam bentuk yang sesuai benar dengan tugas keibuan, sebagaimana dengan jiwanya yang disiapkan untuk menjadi rumah tangga dan ratu keluarga. Secara umum, organ tubuh wanita, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat (tersembunyi), otot-otot dan tulang-tulangnya serta sebagian besar fungsi organiknya hingga tingkat yang sangat jauh, berbeda dengan organ tubuh kaum laki-laki yang menjadi pasangannya. Perbedaan dalam struktur dan organ tubuh ini tidak lah sia-sia, sebab tidak ada satu

pun benda, baik dalam tubuh manusia maupun yang ada di seluruh jagat raya ini yang tidak mempunyai hikmah tertentu.

Fitrah Mulia Kaum Ibu

Dengan perbedaan struktur tubuh tersebut, kaum wanita memiliki perasaan dan emosi yang lebih sensitif. Abbas Mahmud al-‘Aqqad mengatakan. “Adalah sesuatu yang alami jika kaum wanita memiliki kondisi emosional yang khusus yang berbeda dengan kondisi yang dimiliki kaum laki-laki”. Keharusan melayani anak yang dilahirkannya tidak terbatas dengan memberi makan dan menyusui. Akan tetapi, dia harus selalu memiliki hubungan emosional yang menuntut banyak hal yang saling melengkapi antara apa yang ada pada dirinya dengan yang ada pada suaminya.

Pemahaman dirinya dalam suatu masalah harus berhadapan dengan pemahaman suaminya yang mungkin saja berbeda. Bahkan, antara tingkat emosinya dengan emosi suaminya harus benar-benar terjaga keseimbangannya. Seorang ibu yang mulia akan memahami betul saat gembira dan sedihnya anak-anak. Demikian halnya sang ibu akan mengajarkan dengan suka ria tentang bagaimana menunjukkan rasa cinta, simpati  dan benci kepada orang lain dengan cara-cara yang baik dan bijaksana.

Sifat-sifat mendasar dalam fungsi pengasahan dan bimbingan terhadap anak-anak ini merupakan salah satu dari sekian banyak sumber kelembutan kewanitaan yang menyebabkan kaum wanita lebih sensitif dalam merespon perasaan. Sebaliknya, apa yang tampak mudah bagi kaum laki-laki bisa menjadi sulit bagi kaum wanita, misalnya dalam menggunakan rasio, menyusun pendapat dan mengerahkan kemauan. Itulah fitrah kaum ibu yang sesungguhnya mulia tetapi seringkali dipandang kelemahan yang memperdaya.

Salah Paham Memandang Islam

Dalam banyak ayat yang tersebar di dalam  al-Qur’an, Allah Swt telah meletakkan kedudukan kaum wanita pada tempat tertinggi dalam sepanjang sejarah kemanusiaan dan akan terus demikian hingga akhir zaman. Sayangnya, ayat-ayat Allah yang dikuatkan dengan hadits Rasulullah Saw itu seringkali disalah-tafsirkan, termasuk oleh para ulama kita sendiri. Syeikh Muhammad al-Ghazali dalam buku Qadhaya al-Mar`ah  bayna at-Taqalid ar-Rakidah wa al-Wafidah, dengan yakin mengatakan; “Fatwa  terkenal di kalangan kaum muslimin yang kemudian diambil alih oleh musuh-musuh Islam adalah tuduhan bahwa Islam telah mendirikan dinding pembatas yang tinggi antara laki-laki dan perempuan, sehingga keduanya tidak dapat saling melihat satu sama lain. Bahkan sekadar memandang pun hukumnya haram”.  Kita juga pernah dikejutkan dengan ucapan seorang khatib yang mengatakan, “wanita tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali pergi ke rumah suaminya (sesudah menikah) dan ke kuburan (untuk dikuburkan)!

Tentu saja, fatwa dan khutbah tersebut lahir dari pemahaman dan tafsiran terhadap ayat-ayat Allah dan hadits Nabi Saw yang patut ditinjau ulang. Karena memang, ada masalah dalam fenemona umat Islam berkenaan dengan kemurniaan dan kedalaman riwayat-riwayat hadits yang diterapkan. Diakui, terdapat ulama yang menyebutkan riwayat-riwayat yang tidak sahih dan para ahli fiqh yang tidak memperhatikan perubahan hakikat Islam dan perkembangan zaman. Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Fatimah Ra bahwa wanita tidak boleh melihat laki-laki dan juga tidak boleh dilihat laki-laki, sebagaimana hadits Nabi Saw yang melarang sebagian istri Nabi melihat Abdullah ibn Ummi Maktum. Dalam peristiwa yang lain, Ummi Hamid; istri Abu Hamid as-Sa’di pernah menyampaikan perasaan senang hatinya karena bisa shalat berjamaah bersama Rasulullah Saw. Namun, ternyata Rasulullah justru menginginkannya untuk shalat di rumah. Bahkan, semakin sempit tempat, jauh dan sunyi, maka semakin baiklah shalat di tempat itu.

Kritik terhadap Monopoli Tafsiran Agama

Semua riwayat tersebut merupakan hadits yang tidak sama dengan hadits yang ditulis para ulama hadits yang otoritatif, karena hadits-hadits tersebut nyata-nyata bertentangan dengan ketentuan Al-Qur`an dan as-Sunnah. Hadits-hadits semisal itu telah membelenggu kaum wanita dan menyudutkan kedudukan mereka sebagai golongan terbelakang. Lebih dari itu, kedudukan wanita yang demikian rendah itu akan mempengaruhi buruknya sistem keluarga, struktur masyarakat dan prinsip perundang-undangan.

Dalam merespon hal itu, Ibnu Huzaimah melakukan uji ulang dan kritik atas tafsiran hadits-hadits tersebut dengan membuat bab yang menyebutkan masalah “Shalatnya Seorang Wanita di Rumahnya Lebih Baik daripada Shalatnya di Masjid Rasulullah Saw” dan sabda Nabi Saw “Shalat di Masjidku ini Lebih Baik daripada Seribu Kali Shalat di Masjid-Masjid Lain”. Pertanyaan yang segera muncul, adalah jika ungkapan tersebut benar, mengapa Nabi Saw membiarkan wanita-wanita menghadiri shalat berjamaah bersamanya sepanjang sepuluh tahun, dari fajar hingga isya’. Mengapa mereka tidak dinasihati agar tetap tinggal di rumah-rumah mereka sebagia ganti dari ancaman yang batil itu? Mengapa beliau mempercepat shalat fajar dengan membaca dua surat pendek ketika mendengar tangisan anak kecil bersama ibunya sehingga tidak mengganggu hatinya? Mengapa beliau bersabda, “Janganlah kalian melarang hamba-hamba perempuan Allah pergi ke masjid-masjid Allah Swt?
Mengapa pula para Khulafaur Rasyidin menetapkan barisan-barisan wanita di masjid-masjid setelah wafatnya Rasulullah Saw.

Barangkali, Ibnu Huzaimah  ingin menenteramkan dirinya dan hati kawan-kawannya ketika mendustakan hadits-hadits yang melarang wanita shalat di masjid-masjid dan menyebutnya sebagai kebatilan. Para ulama Musthalah Hadits berkata, “Sebuah hadits dianggap ganjil (syadz) jika kebenarannya ditentang oleh hadits yang lebih shahih. Apabila hadits yang menentangnya tidak dipercaya, bahkan lemah, maka hadits tersebut ditinggalkan atau bernilai munkar (tertolak)”.
Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim tidak disebutkan hal-hal yang mengarah pada larangan bagi kaum wanita untuk shalat di masjid-masjid. Hadits-hadits tersebut semuanya ditolak. Lalu, bagaimana jika hadits lemah berlawanan dengan Sunnah yang mutawatir dan dikenal? Hadits tersebut harus ditinggalkan sejak awal.

Agaknya, benarlah prediksi Nabi Saw bahwa telah datang masanya ketika hadits-hadits shahih terkebur oleh egosime keagamaan yang didominasi oleh kelompok-kelompok fanatik yang tidak tahu kecuali riwayat-riwayat yang ditinggalkan dan munkar. Monopoli tafsiran agama mereka seringkali menyakitkan sesama Muslim lainnya dengan tuduhan-tuduhan bid’ah dan kesesatan beragama yang harus ditumpas habis. Jalan dakwah ini seringkali melupakan kewajiban menjaga ukhuwwah diantara ummat Islam yang seharusya menjadi prioritas setiap da’i.

Islam Membebaskan Wanita

Jika dicermati lebih dalam, Islam tidak pernah menghalangi kemajuan kaum wanita. Sebaliknya, dari hasil kajian hadits-hadits di atas dapat dipahami bahwa Islam memberi ruang kebebasan bagi kaum hawa dengan batasan-batasan yang justru menjaga kehormatannya. Larangan terhadap kaum wanita untuk pergi ke masjid bisa diterima ketika mereka berhias secara berlebihan (tabarruj). Dan mencegah wanita dari perbuatan tercela harus dilakukan dengan merealisasikan wasiat Rasulullah Saw yang menyatakan bahwa mereka (kaum wanita) boleh keluar dengan mengenakan baju biasa, atau dengan penampilan sederhana, tidak memakai wangi-wangian dan bergaya. Sedangkan mengeluarkan hukum tentang larangan pergi ke masjid-masjid bagi wanita jelas merupakan cara yang tidak ada kaitannya dengan Islam.

Karena itu, jika seorang wanita telah melaksanakan tugas-tugas domestik di rumahnya, suami tidak berhak melarangnya untuk pergi ke masjid, sebagaimana dijelaskan dalam hadits, “Janganlah kalian melarang hamba-hamba perempuan Allah pergi ke masjid-masjid-Nya”. Pernyataan ini sejalan dengan kebijakan beliau yang telah menjadikan satu pintu dari pintu-pintu masjid khusus untuk kaum wanita dan beliau menempatkan wanita-wanita dalam jamaah pada barisan paling belakang dalam masjid. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga mereka ketika ruku’ dan sujud. Dan beliau mencela laki-laki yang mendekati barisan kaum wanita dan juga mencela wanita yang mendekati barisan kaum laki-laki.

Kebebasan seorang wanita muslim juga tidak akan terganggu karena posisinya sebagai ibu rumah tangga. Ketika Islam mewajibkan suami untuk memberi nafkah keluarganya, maka pada hakikatnya dia memberi ganti kepada kaum wanita untuk kekosongan waktunya, untuk berkiprah demi kebaikan rumah tangganya, membesarkan anak-anaknya dan mencurahkan segenap perhatiannya dalam menunaikan tugas-tugas alamiahnya. “Wanita cantik yang melupakan perhiasannya dan menyibukkan  diri dengan mengasuh anak-anaknya sehingga parasnya berubah adalah wanita yang harus mendapat penghargaan dan kedudukan tinggi”. Ungkapan tersebut boleh jadi benar, tetapi penerapannya sangat ditentukan oleh kondisi masing-masing rumah tangga dan prioritas kemaslahatannya.

Yang terpenting dari itu semua, sebuah keluarga harus mempertahankan tiga hal yang menjadi pilar kebahagiaannya yaitu ketenangan, cinta dan sikap yang saling menyayangi. Kasih sayang bukanlah sejenis perhatian dalam bentuk benda, tetapi merupakan sumber bagi kehangatan yang terus mengalir, sedangkan darahnya adalah akhlak dan tingkah laku yang mulia. Ketika rumah tangga berdiri kukuh di atas kedamaian dan ketenteraman, cinta yang terbalas, dan kasih sayang yang hangat , maka perkawinan menjadi anugerah yang mulia dan harta yang penuh berkah. Ia akan mampu mengatasi berbagai rintangan dan lahirnya keturunan-keturunan yang baik. Dan, keputusan untuk menikmati kemuliaan menjadi ibu rumah tangga adalah langkah penting untuk mewujudkan itu semua.

Shaifurrokhman Mahfudz, Lc. M.Sh
Sekjen Andalusia Islamic Centre & Dosen STEI Tazkia Bogor 

[hidayatullah.com]
Read more...
separador

Warna-Warni Da’wah Kampus




Bismillaahirrahmanirrahiim..

Di penghujung malam, kucoba untuk menuangkan sedikit cerita. Cerita yang aku sendiri bingung untuk mulainya dari mana. Tapi jari-jari ini terus saja tertarik oleh medan magnet yang bersumber dari rasa ingin berbagiku, berbagi cerita yang kudapatkan dan mulai kurasakan semenjak Allah menakdirkanku untuk bergabung dengan barisan pejuang Lembaga Dakwah Kampus Universitas Negeri Jakarta.

***

Aku bukan siapa-siapa, justru sering kumerasakan bahwa aku tak pantas berada di antara mereka. Mereka yang amal shalihnya sangat nyata. Mereka yang kedekatannya kepada Sang Pencipta begitu luar biasa terjaga. Mereka yang semangat berda’wahnya terus menggelora. Mereka yang pengorbanannya sungguh tak terkira. Mereka yang visinya begitu besar melangit membahana ke penjuru dunia. Mereka yang………………tak mampu kutuliskan satu persatu kelebihannya karena begitu banyaknya.

Tapi sekali lagi, ini adalah takdir Allah Swt. Takdir Sang Khaliq, Sang Pencipta alam raya. Takdir yang membawaku untuk belajar lebih dewasa. Takdir yang mebawaku belajar mengenal al Islam dengan lebih sempurna. Takdir yang membawaku menyadari bahwa aku bukan siapa-siapa.

Entah rencana apa yang Allah rancang, sehingga Allah menakdirkanku untuk bergabung bersama barisan da’wah ini. Tapi aku yakin, pasti ada sesuatu yang istimewa. Sesuatu yang mungkin tak dapat kurasakan di luar sana.

***

Positive Thinking. Itu yang kucoba bangun dari awal kepengurusan. Mesti sering kali goyah dan berbelok terbawa hasutan syaithan. Tapi sampai saat ini insya Allah tetap kucoba pertahankan.

Warna-warni da’wah kampus tingkat universitas membuatku memaksa diri untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Lingkungan yang jelas berbeda dengan lingkungan asalku, FMIPA yang cenderung lebih homogen dan cukup terkondisikan. Rekan da’wah yang beragam pun menjadi bagian ‘cerita’ tersendiri yang unik dan cukup ‘menantang’. Kadang menambah semangat juang, kadang juga mengesalkan. Ma’lum namanya juga manusia biasa, bukan rasul ataupun malaikat yang fitrahnya selalu ta’at dan hanya menebarkan kebaikan.

***

Semester kedua kepengurusan ini terasa lebih hampa, tapi juga terasa lebih padat menghimpit jiwa dan raga. Suatu hal yang terkesan agak ‘lebay’ dan sangat kontras memang. Tapi, ya begitulah yang kurasa..

Alhamdulillah, sebagian dari pengurus juga sudah ada yang menyelesaikan amanah akademiknya. Sebagian lagi sedang berusaha mengejar target di semester ini, sebagian lainnya ada yang akhirnya memutuskan untuk menunda kelulusan hingga semester berikutnya. Ya, itulah pilihan. Masing-masing memiliki prioritas tersendiri yang tidak berhak dihakimi tanpa tau latar belakang yang mendasari.

Semakin ke sini, tiap-tiap pengurus pun semakin terlihat karakteristik yang sesungguhnya. Dalam menjalankan amanah yang diterima, dalam berinteraksi antarsama, dalam menanggapi beragam permasalahan yang ada, dan dalam hal-hal yang lainnya juga..

Ada yang begitu perhatian terhadap amanah dan saudara-saudaranya. Ada yang begitu tegar, meski kondisi keluarga sedang sangat membutuhkan dirinya. Ada yang terlihat cuek, tapi ternyata tetap memperhatikan permasalahan yang ada. Ada yang begitu cekatan tatkala seruan da’wah memanggilnya. Ada yang bersantai karena merasa amanah yang menjadi tanggung jawabnya telah selesai dilakukan. Ada yang bimbang karena amanah lain lebih membutuhkan dirinya. Ada yang bingung karena belum jelas mendapatkan arahan. Ada yang acuh tak acuh karena belum mengenal medan yang sesungguhnya. Ada yang diam karena enggan bekerja sama. Dan ada juga yang akhirnya memutuskan untuk berhenti melanjutkan amanah yang sedang diemban karena beragam alasan. Ya, seperti itulah adanya..

***

Padatnya agenda da’wah di akhir kepengurusan membuat dinamisasi pribadi, bidang, dan struktural terasa kian cepat tak terelakkan.  Kerja-kerja marathon sudah sangat jelas akan dilalui hingga muktamar datang. Nuansa hati semakin tak dapat ditebak. Dan yang utama, kedekatan dengan Rabbul ‘Izzati menjadi sasaran empuk yang harus terus dikuatkan.

Belakangan ini juga muncul permasalahan ‘baru’. Sebagian ikhwan berpendapat bahwa akhawat zaman sekarang sangat sensitif. Dikasih masukan sedikit langsung marah, ngambek, nangis. Sebagian akhawat juga berpendapat bahwa ikhwan sekarang gak peka. Bisanya cuma nyuruh-nyuruh aja, ngatur ini itu, tapi gak ngertiin kondisi yang ada. Huft, benarkah seperti itu? Yuk, mari kita introspeksi bersama :)

Kita adalah keluarga. Saling nasihat-menasihati adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan. Ketika ada yang khilaf, kita harus mengingatkan. Ketika ada yang melemah, kita harus menguatkan. Ketika ada yang semangat, kita harus memberikan dukungan. Tentunya, mengingatkan dengan cara-cara yang ahsan. Menguatkan tanpa menyinggung perasaan yang mendalam. Memberikan dukungan tanpa mengharapkan balasan. Dan saling memahami adalah kunci utama untuk menjaga keutuhan keluarga ini.

***

Saat ini, ada yang shalat malamnya semakin panjang. Ada yang do’anya semakin syahdu. Ada yang tidur malamnya semakin berkurang. Ada yang uang sakunya semakin menipis. Ada yang hari-harinya semakin padat tak tersisipkan ruang tuk beristirahat. Ada yang canda tawanya dilakukan tuk menutupi dukanya yang mendalam. Ada yang perhatiannya kepada saudaranya melebihi perhatiannya terhadap dirinya sendiri. Namun, apakah kita pun merasakan dan melakukan hal-hal yang demikian?

Karena memang seperti itulah da’wah. Teringat aku akan kata-kata bijak Ustadz Rahmat Abdullah, rahimahullah, Sang Murabbi sejati pengikat hati, yang tak pernah bosan kumengulang dan membacanya.
“Da’wah adalah cinta, dan cinta akan meminta segalanya dari dirimu. Pikiranmu, perhatianmu, berjalan, duduk, dan tidurmu, bahkan di tengah lelapmu isi mimpimu pun tentang da’wah, tentang ummat yang kau cintai. Da’wah menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari…”
dan firman Allah Swt.,
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (QS. 9:111)

Da’wah Kampus. Begitu penuh warna. Begitu tak terduga. Begitulah adanya. Membuatku terjaga. Membuatku menjadi lebih dewasa. Terimakasih Allah atas kesempatan yang telah Kau beri. Terimakasih ikhwatifillah atas persaudaraan dan beragam pengalaman yang tak dapat terlupakan. Kini kusemakin mengerti, bahwa aku bukan siapa-siapa tanpaNya, tanpa kalian, dan tanpa da’wah ini.

Cassava Garden,
Jum’at, 12 Oktober 2012 Pkl. 01.15

kni12.keren~
diri yang merindu syurgaNya


NB:
Teruntuk semua saudaraku yang dirahmati Allah. Mohon maaf atas segala khilaf yang telah kulakukan. Diri ini memang banyak salah kepada kalian. Sering menyusahkan, membuat kesal, kurang cekatan, dan masih banyak lagi lainnya. Semoga Allah pun memaafkan. Dan semoga Allah menghimpun kita di syurgaNya kelak bersama dengan keluarga kita. Berkumpul bersama Rasulullah dan para sahabatnya, serta Allah perkenankan kita untuk melihat wajahNya yang Agung nan Mulia, nikmat tak tergantikan, yang menjadi dambaan ummat sepanjang hayat, aamiin..

Read more...
separador

Wednesday, September 5, 2012

(Kultwit) Aku, Jilbabku, dan Ibuku



1. Alhamdulillah, sekitar 12 tahun silam, ba'da #Ramadhan, saya membulatkan tekad utk ber#jilbab setiap harinya | #JilbabDays @ldkunj
Reply RT Favorite kni12 04/Sep/2012 09:25:22 PM PDT

2. Saat itu saya masih anak bawang, baru kelas 5 SD :D jadi ya gtu deh blm punya pemahaman yg kuat | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:27:26 PM PDT

3. Sebelumnya saya hanya mengenakan #jilbab dan pakaian muslimah ketika mengaji, sekolah, dan pergi bersama keluarga | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:28:17 PM PDT

4. Klo main2 doank sich biasa pake kaos n celana. Bahkan sempat anti dengan yang namanya #rok...haha.. | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:31:46 PM PDT

5. Ma'lum, maenannya bola, layangan, sepeda, dan sejenisnya bareng anak2 cowo tetangga sebelah, #hadeeh.. | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:33:39 PM PDT

6. Tapi itu dulu..jauh sebelum hari ini, jauh sebelum ALLAH mengizinkan saya utk menggapai #hidayah Nya. | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:36:10 PM PDT

7. Dulu saya sekolah di salah satu #Madrasah swasta di daerah #Tambun, sekitar 1 kilo dari rumah | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:38:25 PM PDT

8. Sehari2 klo sekolah ya pakai #jilbab, wajar lahh #Madrasah gtu.. | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:39:42 PM PDT

9. Tapi jusru ada kejadian tak terlupakan yg saya alami di sana, seputar #jilbab | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:40:54 PM PDT

10. Singkat cerita, ketika kelas 6 semester akhir, biasanya kan tiap2 murid akan difoto utk foto #ijazah | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:43:02 PM PDT

11. Nah, tiba2 suatu hari bpk kepala skolah mngumumkn bhwa sluruh #siswi saat foto tdk boleh mngenakn #jilbab...#jlebb | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:45:35 PM PDT

12. Bagai disambar petir nih hati pas denger info tsb #lebay dikit :) | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:47:16 PM PDT

13. Akhirnya pas pulang saya mengadu kepada #ibu ttg pelarangan mengenakan #jilbab saat foto #ijazah nanti | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:49:20 PM PDT

14. #Ibu pun kaget, tak menyangka hal seperti itu kejadian di #madrasah tempat saya sekolah | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:51:54 PM PDT

15. Saat itu #ibu segera bertanya2 kepada teman2 beliau yang ada di #Jakarta, #Bekasi, #Tambun... | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:54:40 PM PDT

16. Meminta masukan n penguatan agar saya tetap dapat mengenakan #jilbab saat foto #ijazah nanti | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:56:55 PM PDT

17. Padahal saat itu #ibu sedang #hamil besar (7-8 bulan), mengandung adik saya yang paling bungsu | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 10:00:18 PM PDT

18. #Alhamdulillah, #ibu pun akhirnya mendapatkan penguatan dari teman2 beliau, bahwa sudah ada #SK yg membolehkan.... | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 10:03:50 PM PDT

19. ...siswi muslim foto #ijazah dg mengenakan #jilbab | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 10:04:39 PM PDT

20. Akhirnya H-1 pemotretan #ibu dtg ke sekolah menemui bpk kepsek utk membicarakan ttg foto #ijazah tsb | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 10:46:13 PM PDT

21. Negoisasi yg brujung pmbolehan bagi saya utk tetap mngenakan #jilbab saat foto #ijazah ckup mlegakan saya dan #ibu | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 10:52:16 PM PDT

22. Hari H pemotretan pun tiba.. Meski kemarin sdh ada kesepakatan dg bpk kepsek, #ibu n saya msh agak was was | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 10:56:04 PM PDT

23. Dan #ibu pun memutuskan utk ikut ke sekolah guna memastikan saya tak diintimidasi #agakhiperbolanih hehe -,- | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 10:58:38 PM PDT

24. Sekali lagi, dalam kondisi hamil besar #ibu rela memperjuangkan #hak dan #kewajiban saya utk ber#jilbab, luv u mom | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 11:00:30 PM PDT

25. Satu jam berlalu, tukang fotonya tak kunjung datang.. Karena merasa sangat lelah, akhirnya #ibu memutuskan.... | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 11:03:00 PM PDT
Content from Twitter

26. ...utk pulang, beristirahat di rumah, #ibu butuh berbaring. Sekali lagi, ini karena beliau sedang hamil.. | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 11:04:30 PM PDT

27. Ketika tau #ibu sdh pulang, rasa was was, panik dsb berkecamuk di dlm dada. Ditambah lagi tiba tiba bpk kepsek.... | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 11:07:50 PM PDT

28. ...mengeluarkan statment dr dpn pintu kantor "gak ada yg boleh pake jilbab pas foto, kuping kalian harus keliatan" | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 11:11:32 PM PDT

29. #jlebb, gak tau harus bgmn n kmana mngadukan smw tekanan yg dirasakan sm bocah ingusan kls 6SD sprti saya kala itu | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 12:40:07 AM PDT

30. Minta penguatan ke wali kelas dan guru matematika, tapi beliau bilang tak bisa bantu apa2 | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 12:46:01 AM PDT

31. Akhirnya hnya bisa duduk pasrah mmohon prtlgn ALLAH, agk kesal&smpat mrah smp k hati yg trdlm ats kjadian kala itu | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 12:58:46 AM PDT

32. Hingga hampir seluruh murid selesai di foto, tiba2 teman saya datang menghampiri dan mengatakan...... | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 01:35:37 AM PDT

33. ....bahwa wali kelas saya memperbolehkan saya utk foto dengan tetap mengenakan #jilbab.. | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 01:38:58 AM PDT

34. #Subhanallah, meski muka kucel dan agak sembab, saya sangat bersyukur ALLAH benar2 memberikan kekuatan n jalanNya | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 03:07:07 AM PDT

35. Klo mengenang masa2 itu, jadi teringat Qs. Al Baqarah: 214 | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 07:15:26 AM PDT

36. "Ataukah kamu mngira bahwa kamu akan masuk syurga pdhal blm dtg kpdmu cobaan sperti yg dialami org2 terdahulu..... | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 07:19:09 AM PDT

37. .....ssbelum kamu. Mrk ditimpa kesengsaraan, penderitaan, & dguncang (dg berbagai cobaan), sehingga Rasul & ..... | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 07:21:36 AM PDT

38. ....org2 beriman bersamany brkata, "Kapankah dtg pertolongan ALLAH?" Ingtlh, sesungguhny pertolongn ALLAH itu dkt" | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 07:23:48 AM PDT

39. Dan Qs. Al Baqarah: 286. "ALLAH tdk akan membebani seseorang melainlan sesuai dg kemampuannya." | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 07:36:54 AM PDT

40. Jika kita myakini sbuah kbenaran, maka amalkan dan prtahankanlah. Meski beragam cobaan akn mndatangi kita nantinya | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 07:41:01 AM PDT

41. Karena ALLAH sdh menjanjikan pertolonganNya kpd kita (ketika kita benar2 sdh mencurahkan segala yg kita miliki) | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 07:42:38 AM PDT

42. Ber#jilbab adlh sbuah bentuk pemuliaan diri bagi para muslimah. Bkn sekadar mngikuti tradisi apalagi mnjaga gengsi | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 07:47:02 AM PDT

43. Rasa syukur yg tak terhitung banyaknya kupanjatkan kpd Ilahi Rabbi yg telah menjaga dan menguatkan diri ini | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 07:50:06 AM PDT

44. Mengirim "malaikat" baik hati yg begitu luar biasa mempertahankan kehormatan dan harga diri anaknya. #Ibu.. | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 07:55:37 AM PDT

45. Memberikan beragam kemudahan yg mengiringi tiap2 kesulitan yg dtg menguji kesabaran dan keimanan | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 07:58:22 AM PDT

46. Menguatkan #azzam utk terus melindungi diri dg pakaian ketaqwaan yg ALLAH ridhai | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 08:00:24 AM PDT

47. Sekelumit kisah dari pribadi fakir di masa kecil | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 08:04:08 AM PDT

48. Semoga dapat memberikan semangat dan inspirasi bagi #SahabatMuslimah di penjuru negeri ini | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 08:05:43 AM PDT

49. Membangun kekuatan dan keyakinan bahwa dg menunaikan perintah ALLAH pasti akan mendatangkan kebarakahan | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 08:11:43 AM PDT

50. Salam #CINTA utk seluruh #SahabatMuslimah di penjuru negeri, semoga ALLAH mngumpulkan kita di #JannahNya yg abadi | #JilbabDays @ldkunj


Read more...
separador

Thursday, August 9, 2012

Palestinaku Kini


Inilah fakta yang terjadi di negeri Palestina. Akibat tindakan penjajahan oleh zionis Israel, kini muslim Palestina semakin tergusur dari tanah airnya dan dijadikan pemukiman Yahudi.



#SavePalestine

Allahumma ahlikil kafarata wal musyrikin
Allahumma aizzal islama wal muslimin
Wanshuril mujahidina fii masyarikil ardhi wa maghoribiha
Allahummanshur ikhwananal mujahidin fii Filistin

Allahuma anzil alaihim nashron aziza
Allahuma allif baina qulubihim
Tsabit aqdamahum
Afrigh alaihim shobron
Wa ashlih dzata bainihim
Wanshurhum 'ala aduwika wa aduwihim
Read more...
separador

Do'a


ALLAH berfirman,

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Berdoalah kepadaKu  niscaya akan Aku perkenankan bagimu. (QS. Ghofir: 60) 

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu berdo’a kapadaKu dengan keta’atan dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka mendapatkan petunjuk” (QS. Al Baqoroh: 18)



Sabda Rasulullah Saw,
“Tidak ada seorang muslim yang berdoa melainkan akan dikabulkan, ada kalanya disegerakan didunia, ada kalanya disimpankannya untuknya di akhirat. Dan ada kalanya digunakan untuk menghapuskan dosa-dosanya sesuai dengan kadar doa yang ia ucapkan selama ia tidak berdoa untuk dosa atau memutuskan tali persaudaraan”.


Dan beliaupun bersabda: “Nanti pada hari kiamat Allah Swt akan memperlihatkan setiap doa yang dipanjatkan oleh setiap orang sewaktu di dunia yang tidak Allah kabulkan, dimana Allah berfirman: Hambaku, pada suatu hari kamu memanjatkan doa kepadaku, namun Aku tahan doamu itu, maka inilah pahala sebagai pengganti doamu itu”.  Orang yang berdoa itu terus menerus diberi pahala sehingga ia berharap kiranya semua doanya itu hanya dibalas di akhirat saja dan tidak diberikan di dunia”.
Read more...
separador

Tuesday, August 7, 2012

Kisah Hari Ini.. "Seharian nge-Drive bareng Si HiPer"


Pagi tadi, kumulai langkahkan kaki ke luar rumah dan bermain dengan si 'hitam perkasa' menuju kampus tercinta..

Meski bulan puasa, si hiper tetap minta minum tuk hilangkan dahaga. Jadi, kusempatkan mampir ke pom bensin sekadar menghilangkan dahaganya, sekalian ambil money tuk cetak Buku Pintar Salim UNJ 2012 yang kata si Boss mau dibagikan segera..

Sesampainya di kampus, ternyata tersedia waktu luang penuh manfaat yang dapat dioptimalkan tuk aktivitas cyber via WiFi yang tersedia, alhamdulillah menunggu kebaikan dengan sebuah kebermanfaatan, insya ALLAH..

Beberapa saudara dan saudari yang ditunggu pun datang satu persatu membawa beragam 'bawaan' yang berbeda. Ada jutaan dana baksos, info penting, flashdisk, tawa riang, cerita seru, dan lain sebagainya..

Jarum jam pun terus berputar, hingga akhirnya ketika mereka tepat menunjukkan waktu pukul 11.00 kuputuskan untuk berangkat berburu Iqro' ke Toko Buyung bersama Ukht Dayoh si Sanguinis, yup main bareng si hiper (lagi) juga tentunya..

Alhamdulillah, 150 Iqro' berhasl kami temukan, karena bingung bagaimana cara memindahkan Iqro' segitu banyaknya dari Senen ke Rawamangun, akhirnya abang2 spesialis driver utusan Buyung kami 'sewa' untuk mengatasi masalah tersebut dengan segera :D

Hhm, hari ini terasa begitu cepat, dan tiba-tiba sms masuk dari teman kelas yang mengabarkan bahwa PA kami sudah ada di jurusan. Jeglek..jeglek..Bremm..Bremmmm... melaju lagi dengan si hiper dan Ukht Sanguinis, kali ini menuju Kampus B, FMIPA, Jurusan Matematika. Ternyata benar, beberapa teman sudah ada yang pulang karena urusan KRS-nya sudah selesai, tinggal aku dan Byas yang tertinggal :( But, it's okay.. Pak Dosen yang baik dan bijak tetap menyambut kami dengan senyuman dan bimbingan dahsyad penuh makna. .

Sempat agak lama di jurusannya nih, karena ada something yang harus diurus, tapi ternyata tak goal. Hhm, mungkin memang sudah digariskan seperti ini oleh ALLAH Azza wa Jalla. Optimis saja ^^/ 

Ba'da urusan di jurusan, kami ngacir lagi (si hiper tak bosan ya..hehe..). Kali ini menuju TipTop searching snack n alat tulis untuk bingkisan adik-adik peserta lomba di Baksos Akbar Sahabat Muslim UNJ (agenda bersama LDK UNJ-BEM UNJ-Masjid Alumni-LDF,BEMF,BEMJ/HMJ/HIMA se-UNJ) yang akan diberikan sore nanti.

Sesampainya di TipTop pas banget terdengar adzan Ashar, so kami langsung menuju mushalla yang ada di lantai dua (pertama kali masuk ke dalam mushalla di sana). Subhanallah, meski simple, tapi elegan, terasa luas, dan nyaman banget, harusnya kayak gini nih semua mushalla yang dibangun oleh swalayan/hypermarket/dan sejenisnya.. 

Setelah itu, langsung memulai pencarian snack dengan jumlah masing-masing 20 pcs. Blek..blek..blek.. dapet deh, dibawa ke kasir, bayar, dan ternyata masih harus bermain lagi dengan si hiper nih, coz di TipTop tak ada alat tulis yang hendak dijadikan sebagai souvenir bersama snack untuk adik-adik comdev euy..

Wush..wush..pinggiran Balai Pustaka dan daerah SuGi kami satronin, mampir di dua tukang photo copy tuk beli beberapa alat tulis. Alhamdulillah, dapet.. Akhirnya, kembali ke kampus tuk bungkus-bungkus..

Sesampai di kampus A dan seusai bungkus-bungkus, kemudian menyiapkan ta'jil bersama saudari-saudari di sekret MNI. Setelah adzan maghrib, adik-adik comdev dan panitia ifthor bareng, lalu bersiap untuk sholat Maghrib.

Saat itu, aku duduk di pelataran MNI, coz diminta menjaga setumpukan Iqro' dan amplop-amplop yang nantinya akan dibagikan kepada adik-adik comdev. Dan di sana, peristiwa singkat, tapi sangat berkesan terjadi. Ada adik kecil di belakangku yang secara tiba-tiba menyodorkan air mineral gelas dan berkata, "Kak udah buka belum? Ini airnya buat Kakak." Subhanallah, baik hati dan polos sekali adik itu :') dengan senyuman, aku sambut tawarannya, dan kukatakan, "untuk adik aja, kamu haus juga kan belum minum?" Dengan muka datar, si adik akhirnya membuka air mineral gelasnya dengan giginya (hehe, padahal giginya ompong, jadi ingatadikku dulu saat pasih ompong suka membuka -mencoblos- air mineral gelas dengan giginya yang agak tajam :D). Lalu si adik menawarkan kurma, "kalau ini mau Kak? Buat Kakak aja ini?" kujawab, "Hhm, boleh deh kalau itu" (tak enak kalau ditolak lagi pemberiannya) "Memangnya adik gak suka kurma?" jawabnya, "Enggak" (sampil menggelengkan kepala) dengan muka datar dan penuh kedamaian si adik mulai makan tempe tepung yang ada di box ta'jil miliknya, lalu ia berkata lagi, "tempenya gak enak ah.." kutanya, "Kok gak enak? Emang rasanya gimana?" jawabnya, "Tempenya keras, nanti gigi aku rontok lagi.." :D :D Dengan tawa kecil, kutanya nama si adik, tapi karena kegiatan santunan sudah maau dimulai akhirnya aku berpindah menuju meja tempat box makanan dan Iqro', pas aku menoleh, si adik sudah tak di tempatnya lagi, hanya ada bungkusan snack miliknya. Hmm, mungkin si adik sedang bersiap untuk wudhu/sholat Maghrib kali ya (pikirku dalam hati). Senang bisa bertemu dengan anak sepertimu, dik :') polos, jujur, baik hati, ingin sekali rasanya bisa bertemu denganmu lagi, meski sayang aku tak sempat bertanya banyak tentang dirimu adik kecil. Semoga kelak ketika kau besar nanti, dirimu dapat tumbuh menjadi sosok lelaki sholih yang cerdas, jujur, dan baik hati, aamiin..

Kegiatan santunan pun berjalan dengan lancar, meski ada sedikit kendala di akhirnya, tapi alhamdulillah hal tersebut dapat diatasi. Setelah selesai semua, aku kembali menemui si hiper tuk ku ajak pulang, beristirahat menunggu perjalanan panjang esok hari bersama ibu tercinta..

Hhhmm, hari ini begitu luar biasa. Terima kasih ALLAH atas segala pembelajaran yang Engkau beri kepadaku hari ini. Trima kasih teman-teman atas warna warni hari ini..
Semoga kita dapat mengambil beragam ibroh dari berbagai hal yang terjadi setiap harinya..

SEMANGKA!!! Semangat karena ALLAH Ta'ala \^.^/


Di penghujung malam,
Cassava Garden, Klender, Jakarta Timur
Selasa, 7 Agustus 2012/19 Ramadhan 1433H


_kni12.keren~



///////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

waahhhh, tak disangka bisa nulis lagi, lumayan agak panjang juga ternyata, tapi seruu..
ini ceritaku, mana ceritamu? :D

Read more...
separador

Tuesday, May 22, 2012

Pesankan Aku Satu Tempat Di Neraka



by Ade Indri Ariani 

Di musim panas tahun 2002, dalam perjalanan menuju Alexandria, kota pantai yang bersejarah itu. Ada seorang gadis yang berpakaian sangat minim, bahkan tipis dan tembus pandang. Semula dia tidak kebagian tempat duduk, akhirnya berdiri, dan "terlihat" oleh semua penumpang.

Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi Muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab memang memiliki multifungsi.

Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya sendiri. Disamping itu, pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Orang tua itu bicara agak hati-hati, pelan-pelan, sebagaimana seorang bapak terhadap anaknya.

Apa respon perempuan muda tersebut? Rupanya dia tersinggung, lalu ia ekspresikan kemarahannya karena merasa hak privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang! "Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!"

Orang tua berjanggut itu hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah. Penumpang lain yang mendengar kemarahan si wanita ikut kaget, lalu terdiam. Detik-detik berikutnya, suasana begitu senyap. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpi, tak terkecuali perempuan muda itu.

Lalu sampailah perjalanan di penghujung tujuan, di terminal terakhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tidur, karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar.

"Bangunkan saja!" kata seorang penumpang. "Iya, bangunkan saja!" teriak yang lainnya. Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming. Salah seorang mencoba penumpang lain yang tadi duduk di dekatnya mendekati si wanita, dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah. Namun, astaghfirullah! Apakah yang terjadi? Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi. Ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan neraka!

Kontan seisi mikrobus berucap istighfar, kalimat tauhid serta menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk di sampingnya. Ada pula yang histeris meneriakkan Allahu Akbar dengan linangan air mata. Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.

Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya....
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat...
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk...
Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah...

Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat dengan-NYA semakin dekat.
Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar... mumpung kesempatan itu masih ada!
Read more...
separador

Salman Al Farisi, Khandaq, dan Kemenangan Dakwah


Khandaq itu melegenda. Mulanya, muslimin akan dijepit oleh musuh dari dua kubu. Kafir Quraisy dan Yahudi Madinah. Dalam peta makar musuh, muslimin sudah pasti kalah. Muhammad mulia dan sahabat-sahabatnya akan hancur. Maka, monumentallah seorang Salman Alfarisi, sang pencari kebenaran dari Persia. Mulanya ia hanya penjaga api sebagai sesembahan, lantas berkelana hingga melewati Mosul, Asibin, Amuria dan sampailah di tanah diantara bebatuan hitam yang ditumbuhi kurma (Madinah).
Kemudian, perang parit (khandaq) adalah bukti kecerdasannya. Sebelum laga, ia mengelilingi kota bersama para mujahid lainnya. lalu timbullah ide yang kemudian disampaikan kepada nabi.

Nabi pun menerima usul brilian sang pencari kebenaran itu. Dibuatlah parit. Sebuah strategi sangat baru yang belum pernah dijumpai dalam sejarah peperangan bangsa Quraisy. Maka, Salman, nabi dan seluruh penduduk madinah bersinergi padu dalam ketaqwaan dalam rangka mempertahankan tegak tingginya kalimat Allah.

Di awal, musuh telah membuat makar, tapi mereka tidak tahu bahwa yang terbaik makarnya adalah Allah. Dalam berbulan-bulan pasukan penyerbu yang dikomandoi oleh Abu Sufyan itu tak bisa menembus Madinah. Mereka bertahan berbulan-bulan di padang pasir. Sampai akhirnya, ketika keadaan mereka sudah payah yang bertambah-tambah, Allah menurunkan angin besar untuk meluluhlantakkan mereka.
Musuh pergi. Takbir bergemuruh. Dan sekarang, ketika masa itu telah berlalu lebih dari seribu empat ratus tahun lamanya, Salman masih abadi dalam ingatan para pecinta kebenaran.

Akhirnya, Salman dan paritnya adalah inspirasi bagi siapapun yang mau berpikir. Ia telah menghadirkan sebuah ide yang sangat kreatif yang belum pernah ada sebelumnya.

sumber: http://www.fimadani.com/salman-al-farisi-khandaq-dan-kemenangan-dakwah/?utm_source=feedburner&utm_medium=email&utm_campaign=Feed%3A+madani+%28Fimadani%29

Read more...
separador

Total Pageviews

Followers

Entri Populer