#GazaUnderAttack

Powered by Blogger.

Tausiyah

Dari Abu Amr, -ada juga yang mengatakan- : Abu ‘Amrah, Sufyan bin Abdillah Ats Tsaqofi radhiallahuanhu dia berkata, saya berkata : Wahai Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, katakan kepada saya tentang Islam sebuah perkataan yang tidak saya tanyakan kepada seorangpun selainmu. Beliau bersabda: Katakanlah: saya beriman kepada Allah, kemudian berpegang teguh (istiqomahlah. (Riwayat Muslim)

"Tugas kita adalah menyalakan lilin, bukan mencela kegelapan" Anis Matta (Barang kali kita memang tidak bisa mengubah keadaan, tetapi bukankah kita bisa mengubah sikap dalam menghadapinya..)

"Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk” (QS. Al-Kahfi:13)

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah (keseluruhan), dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqarah: 208)

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong pada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia)."(QS. Ali Imran : 8)

Twitter

#SavePalestine



Live Traffic Map

Live Traffic Feed

loading...

Wednesday, September 5, 2012

(Kultwit) Aku, Jilbabku, dan Ibuku



1. Alhamdulillah, sekitar 12 tahun silam, ba'da #Ramadhan, saya membulatkan tekad utk ber#jilbab setiap harinya | #JilbabDays @ldkunj
Reply RT Favorite kni12 04/Sep/2012 09:25:22 PM PDT

2. Saat itu saya masih anak bawang, baru kelas 5 SD :D jadi ya gtu deh blm punya pemahaman yg kuat | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:27:26 PM PDT

3. Sebelumnya saya hanya mengenakan #jilbab dan pakaian muslimah ketika mengaji, sekolah, dan pergi bersama keluarga | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:28:17 PM PDT

4. Klo main2 doank sich biasa pake kaos n celana. Bahkan sempat anti dengan yang namanya #rok...haha.. | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:31:46 PM PDT

5. Ma'lum, maenannya bola, layangan, sepeda, dan sejenisnya bareng anak2 cowo tetangga sebelah, #hadeeh.. | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:33:39 PM PDT

6. Tapi itu dulu..jauh sebelum hari ini, jauh sebelum ALLAH mengizinkan saya utk menggapai #hidayah Nya. | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:36:10 PM PDT

7. Dulu saya sekolah di salah satu #Madrasah swasta di daerah #Tambun, sekitar 1 kilo dari rumah | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:38:25 PM PDT

8. Sehari2 klo sekolah ya pakai #jilbab, wajar lahh #Madrasah gtu.. | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:39:42 PM PDT

9. Tapi jusru ada kejadian tak terlupakan yg saya alami di sana, seputar #jilbab | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:40:54 PM PDT

10. Singkat cerita, ketika kelas 6 semester akhir, biasanya kan tiap2 murid akan difoto utk foto #ijazah | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:43:02 PM PDT

11. Nah, tiba2 suatu hari bpk kepala skolah mngumumkn bhwa sluruh #siswi saat foto tdk boleh mngenakn #jilbab...#jlebb | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:45:35 PM PDT

12. Bagai disambar petir nih hati pas denger info tsb #lebay dikit :) | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:47:16 PM PDT

13. Akhirnya pas pulang saya mengadu kepada #ibu ttg pelarangan mengenakan #jilbab saat foto #ijazah nanti | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:49:20 PM PDT

14. #Ibu pun kaget, tak menyangka hal seperti itu kejadian di #madrasah tempat saya sekolah | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:51:54 PM PDT

15. Saat itu #ibu segera bertanya2 kepada teman2 beliau yang ada di #Jakarta, #Bekasi, #Tambun... | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:54:40 PM PDT

16. Meminta masukan n penguatan agar saya tetap dapat mengenakan #jilbab saat foto #ijazah nanti | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 09:56:55 PM PDT

17. Padahal saat itu #ibu sedang #hamil besar (7-8 bulan), mengandung adik saya yang paling bungsu | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 10:00:18 PM PDT

18. #Alhamdulillah, #ibu pun akhirnya mendapatkan penguatan dari teman2 beliau, bahwa sudah ada #SK yg membolehkan.... | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 10:03:50 PM PDT

19. ...siswi muslim foto #ijazah dg mengenakan #jilbab | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 10:04:39 PM PDT

20. Akhirnya H-1 pemotretan #ibu dtg ke sekolah menemui bpk kepsek utk membicarakan ttg foto #ijazah tsb | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 10:46:13 PM PDT

21. Negoisasi yg brujung pmbolehan bagi saya utk tetap mngenakan #jilbab saat foto #ijazah ckup mlegakan saya dan #ibu | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 10:52:16 PM PDT

22. Hari H pemotretan pun tiba.. Meski kemarin sdh ada kesepakatan dg bpk kepsek, #ibu n saya msh agak was was | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 10:56:04 PM PDT

23. Dan #ibu pun memutuskan utk ikut ke sekolah guna memastikan saya tak diintimidasi #agakhiperbolanih hehe -,- | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 10:58:38 PM PDT

24. Sekali lagi, dalam kondisi hamil besar #ibu rela memperjuangkan #hak dan #kewajiban saya utk ber#jilbab, luv u mom | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 11:00:30 PM PDT

25. Satu jam berlalu, tukang fotonya tak kunjung datang.. Karena merasa sangat lelah, akhirnya #ibu memutuskan.... | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 11:03:00 PM PDT
Content from Twitter

26. ...utk pulang, beristirahat di rumah, #ibu butuh berbaring. Sekali lagi, ini karena beliau sedang hamil.. | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 11:04:30 PM PDT

27. Ketika tau #ibu sdh pulang, rasa was was, panik dsb berkecamuk di dlm dada. Ditambah lagi tiba tiba bpk kepsek.... | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 11:07:50 PM PDT

28. ...mengeluarkan statment dr dpn pintu kantor "gak ada yg boleh pake jilbab pas foto, kuping kalian harus keliatan" | #JilbabDays @ldkunj
kni12 04/Sep/2012 11:11:32 PM PDT

29. #jlebb, gak tau harus bgmn n kmana mngadukan smw tekanan yg dirasakan sm bocah ingusan kls 6SD sprti saya kala itu | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 12:40:07 AM PDT

30. Minta penguatan ke wali kelas dan guru matematika, tapi beliau bilang tak bisa bantu apa2 | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 12:46:01 AM PDT

31. Akhirnya hnya bisa duduk pasrah mmohon prtlgn ALLAH, agk kesal&smpat mrah smp k hati yg trdlm ats kjadian kala itu | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 12:58:46 AM PDT

32. Hingga hampir seluruh murid selesai di foto, tiba2 teman saya datang menghampiri dan mengatakan...... | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 01:35:37 AM PDT

33. ....bahwa wali kelas saya memperbolehkan saya utk foto dengan tetap mengenakan #jilbab.. | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 01:38:58 AM PDT

34. #Subhanallah, meski muka kucel dan agak sembab, saya sangat bersyukur ALLAH benar2 memberikan kekuatan n jalanNya | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 03:07:07 AM PDT

35. Klo mengenang masa2 itu, jadi teringat Qs. Al Baqarah: 214 | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 07:15:26 AM PDT

36. "Ataukah kamu mngira bahwa kamu akan masuk syurga pdhal blm dtg kpdmu cobaan sperti yg dialami org2 terdahulu..... | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 07:19:09 AM PDT

37. .....ssbelum kamu. Mrk ditimpa kesengsaraan, penderitaan, & dguncang (dg berbagai cobaan), sehingga Rasul & ..... | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 07:21:36 AM PDT

38. ....org2 beriman bersamany brkata, "Kapankah dtg pertolongan ALLAH?" Ingtlh, sesungguhny pertolongn ALLAH itu dkt" | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 07:23:48 AM PDT

39. Dan Qs. Al Baqarah: 286. "ALLAH tdk akan membebani seseorang melainlan sesuai dg kemampuannya." | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 07:36:54 AM PDT

40. Jika kita myakini sbuah kbenaran, maka amalkan dan prtahankanlah. Meski beragam cobaan akn mndatangi kita nantinya | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 07:41:01 AM PDT

41. Karena ALLAH sdh menjanjikan pertolonganNya kpd kita (ketika kita benar2 sdh mencurahkan segala yg kita miliki) | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 07:42:38 AM PDT

42. Ber#jilbab adlh sbuah bentuk pemuliaan diri bagi para muslimah. Bkn sekadar mngikuti tradisi apalagi mnjaga gengsi | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 07:47:02 AM PDT

43. Rasa syukur yg tak terhitung banyaknya kupanjatkan kpd Ilahi Rabbi yg telah menjaga dan menguatkan diri ini | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 07:50:06 AM PDT

44. Mengirim "malaikat" baik hati yg begitu luar biasa mempertahankan kehormatan dan harga diri anaknya. #Ibu.. | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 07:55:37 AM PDT

45. Memberikan beragam kemudahan yg mengiringi tiap2 kesulitan yg dtg menguji kesabaran dan keimanan | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 07:58:22 AM PDT

46. Menguatkan #azzam utk terus melindungi diri dg pakaian ketaqwaan yg ALLAH ridhai | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 08:00:24 AM PDT

47. Sekelumit kisah dari pribadi fakir di masa kecil | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 08:04:08 AM PDT

48. Semoga dapat memberikan semangat dan inspirasi bagi #SahabatMuslimah di penjuru negeri ini | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 08:05:43 AM PDT

49. Membangun kekuatan dan keyakinan bahwa dg menunaikan perintah ALLAH pasti akan mendatangkan kebarakahan | #JilbabDays @ldkunj
kni12 05/Sep/2012 08:11:43 AM PDT

50. Salam #CINTA utk seluruh #SahabatMuslimah di penjuru negeri, semoga ALLAH mngumpulkan kita di #JannahNya yg abadi | #JilbabDays @ldkunj


Read more...
separador

Thursday, August 9, 2012

Palestinaku Kini


Inilah fakta yang terjadi di negeri Palestina. Akibat tindakan penjajahan oleh zionis Israel, kini muslim Palestina semakin tergusur dari tanah airnya dan dijadikan pemukiman Yahudi.



#SavePalestine

Allahumma ahlikil kafarata wal musyrikin
Allahumma aizzal islama wal muslimin
Wanshuril mujahidina fii masyarikil ardhi wa maghoribiha
Allahummanshur ikhwananal mujahidin fii Filistin

Allahuma anzil alaihim nashron aziza
Allahuma allif baina qulubihim
Tsabit aqdamahum
Afrigh alaihim shobron
Wa ashlih dzata bainihim
Wanshurhum 'ala aduwika wa aduwihim
Read more...
separador

Do'a


ALLAH berfirman,

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Berdoalah kepadaKu  niscaya akan Aku perkenankan bagimu. (QS. Ghofir: 60) 

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu berdo’a kapadaKu dengan keta’atan dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka mendapatkan petunjuk” (QS. Al Baqoroh: 18)



Sabda Rasulullah Saw,
“Tidak ada seorang muslim yang berdoa melainkan akan dikabulkan, ada kalanya disegerakan didunia, ada kalanya disimpankannya untuknya di akhirat. Dan ada kalanya digunakan untuk menghapuskan dosa-dosanya sesuai dengan kadar doa yang ia ucapkan selama ia tidak berdoa untuk dosa atau memutuskan tali persaudaraan”.


Dan beliaupun bersabda: “Nanti pada hari kiamat Allah Swt akan memperlihatkan setiap doa yang dipanjatkan oleh setiap orang sewaktu di dunia yang tidak Allah kabulkan, dimana Allah berfirman: Hambaku, pada suatu hari kamu memanjatkan doa kepadaku, namun Aku tahan doamu itu, maka inilah pahala sebagai pengganti doamu itu”.  Orang yang berdoa itu terus menerus diberi pahala sehingga ia berharap kiranya semua doanya itu hanya dibalas di akhirat saja dan tidak diberikan di dunia”.
Read more...
separador

Tuesday, August 7, 2012

Kisah Hari Ini.. "Seharian nge-Drive bareng Si HiPer"


Pagi tadi, kumulai langkahkan kaki ke luar rumah dan bermain dengan si 'hitam perkasa' menuju kampus tercinta..

Meski bulan puasa, si hiper tetap minta minum tuk hilangkan dahaga. Jadi, kusempatkan mampir ke pom bensin sekadar menghilangkan dahaganya, sekalian ambil money tuk cetak Buku Pintar Salim UNJ 2012 yang kata si Boss mau dibagikan segera..

Sesampainya di kampus, ternyata tersedia waktu luang penuh manfaat yang dapat dioptimalkan tuk aktivitas cyber via WiFi yang tersedia, alhamdulillah menunggu kebaikan dengan sebuah kebermanfaatan, insya ALLAH..

Beberapa saudara dan saudari yang ditunggu pun datang satu persatu membawa beragam 'bawaan' yang berbeda. Ada jutaan dana baksos, info penting, flashdisk, tawa riang, cerita seru, dan lain sebagainya..

Jarum jam pun terus berputar, hingga akhirnya ketika mereka tepat menunjukkan waktu pukul 11.00 kuputuskan untuk berangkat berburu Iqro' ke Toko Buyung bersama Ukht Dayoh si Sanguinis, yup main bareng si hiper (lagi) juga tentunya..

Alhamdulillah, 150 Iqro' berhasl kami temukan, karena bingung bagaimana cara memindahkan Iqro' segitu banyaknya dari Senen ke Rawamangun, akhirnya abang2 spesialis driver utusan Buyung kami 'sewa' untuk mengatasi masalah tersebut dengan segera :D

Hhm, hari ini terasa begitu cepat, dan tiba-tiba sms masuk dari teman kelas yang mengabarkan bahwa PA kami sudah ada di jurusan. Jeglek..jeglek..Bremm..Bremmmm... melaju lagi dengan si hiper dan Ukht Sanguinis, kali ini menuju Kampus B, FMIPA, Jurusan Matematika. Ternyata benar, beberapa teman sudah ada yang pulang karena urusan KRS-nya sudah selesai, tinggal aku dan Byas yang tertinggal :( But, it's okay.. Pak Dosen yang baik dan bijak tetap menyambut kami dengan senyuman dan bimbingan dahsyad penuh makna. .

Sempat agak lama di jurusannya nih, karena ada something yang harus diurus, tapi ternyata tak goal. Hhm, mungkin memang sudah digariskan seperti ini oleh ALLAH Azza wa Jalla. Optimis saja ^^/ 

Ba'da urusan di jurusan, kami ngacir lagi (si hiper tak bosan ya..hehe..). Kali ini menuju TipTop searching snack n alat tulis untuk bingkisan adik-adik peserta lomba di Baksos Akbar Sahabat Muslim UNJ (agenda bersama LDK UNJ-BEM UNJ-Masjid Alumni-LDF,BEMF,BEMJ/HMJ/HIMA se-UNJ) yang akan diberikan sore nanti.

Sesampainya di TipTop pas banget terdengar adzan Ashar, so kami langsung menuju mushalla yang ada di lantai dua (pertama kali masuk ke dalam mushalla di sana). Subhanallah, meski simple, tapi elegan, terasa luas, dan nyaman banget, harusnya kayak gini nih semua mushalla yang dibangun oleh swalayan/hypermarket/dan sejenisnya.. 

Setelah itu, langsung memulai pencarian snack dengan jumlah masing-masing 20 pcs. Blek..blek..blek.. dapet deh, dibawa ke kasir, bayar, dan ternyata masih harus bermain lagi dengan si hiper nih, coz di TipTop tak ada alat tulis yang hendak dijadikan sebagai souvenir bersama snack untuk adik-adik comdev euy..

Wush..wush..pinggiran Balai Pustaka dan daerah SuGi kami satronin, mampir di dua tukang photo copy tuk beli beberapa alat tulis. Alhamdulillah, dapet.. Akhirnya, kembali ke kampus tuk bungkus-bungkus..

Sesampai di kampus A dan seusai bungkus-bungkus, kemudian menyiapkan ta'jil bersama saudari-saudari di sekret MNI. Setelah adzan maghrib, adik-adik comdev dan panitia ifthor bareng, lalu bersiap untuk sholat Maghrib.

Saat itu, aku duduk di pelataran MNI, coz diminta menjaga setumpukan Iqro' dan amplop-amplop yang nantinya akan dibagikan kepada adik-adik comdev. Dan di sana, peristiwa singkat, tapi sangat berkesan terjadi. Ada adik kecil di belakangku yang secara tiba-tiba menyodorkan air mineral gelas dan berkata, "Kak udah buka belum? Ini airnya buat Kakak." Subhanallah, baik hati dan polos sekali adik itu :') dengan senyuman, aku sambut tawarannya, dan kukatakan, "untuk adik aja, kamu haus juga kan belum minum?" Dengan muka datar, si adik akhirnya membuka air mineral gelasnya dengan giginya (hehe, padahal giginya ompong, jadi ingatadikku dulu saat pasih ompong suka membuka -mencoblos- air mineral gelas dengan giginya yang agak tajam :D). Lalu si adik menawarkan kurma, "kalau ini mau Kak? Buat Kakak aja ini?" kujawab, "Hhm, boleh deh kalau itu" (tak enak kalau ditolak lagi pemberiannya) "Memangnya adik gak suka kurma?" jawabnya, "Enggak" (sampil menggelengkan kepala) dengan muka datar dan penuh kedamaian si adik mulai makan tempe tepung yang ada di box ta'jil miliknya, lalu ia berkata lagi, "tempenya gak enak ah.." kutanya, "Kok gak enak? Emang rasanya gimana?" jawabnya, "Tempenya keras, nanti gigi aku rontok lagi.." :D :D Dengan tawa kecil, kutanya nama si adik, tapi karena kegiatan santunan sudah maau dimulai akhirnya aku berpindah menuju meja tempat box makanan dan Iqro', pas aku menoleh, si adik sudah tak di tempatnya lagi, hanya ada bungkusan snack miliknya. Hmm, mungkin si adik sedang bersiap untuk wudhu/sholat Maghrib kali ya (pikirku dalam hati). Senang bisa bertemu dengan anak sepertimu, dik :') polos, jujur, baik hati, ingin sekali rasanya bisa bertemu denganmu lagi, meski sayang aku tak sempat bertanya banyak tentang dirimu adik kecil. Semoga kelak ketika kau besar nanti, dirimu dapat tumbuh menjadi sosok lelaki sholih yang cerdas, jujur, dan baik hati, aamiin..

Kegiatan santunan pun berjalan dengan lancar, meski ada sedikit kendala di akhirnya, tapi alhamdulillah hal tersebut dapat diatasi. Setelah selesai semua, aku kembali menemui si hiper tuk ku ajak pulang, beristirahat menunggu perjalanan panjang esok hari bersama ibu tercinta..

Hhhmm, hari ini begitu luar biasa. Terima kasih ALLAH atas segala pembelajaran yang Engkau beri kepadaku hari ini. Trima kasih teman-teman atas warna warni hari ini..
Semoga kita dapat mengambil beragam ibroh dari berbagai hal yang terjadi setiap harinya..

SEMANGKA!!! Semangat karena ALLAH Ta'ala \^.^/


Di penghujung malam,
Cassava Garden, Klender, Jakarta Timur
Selasa, 7 Agustus 2012/19 Ramadhan 1433H


_kni12.keren~



///////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

waahhhh, tak disangka bisa nulis lagi, lumayan agak panjang juga ternyata, tapi seruu..
ini ceritaku, mana ceritamu? :D

Read more...
separador

Tuesday, May 22, 2012

Pesankan Aku Satu Tempat Di Neraka



by Ade Indri Ariani 

Di musim panas tahun 2002, dalam perjalanan menuju Alexandria, kota pantai yang bersejarah itu. Ada seorang gadis yang berpakaian sangat minim, bahkan tipis dan tembus pandang. Semula dia tidak kebagian tempat duduk, akhirnya berdiri, dan "terlihat" oleh semua penumpang.

Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi Muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab memang memiliki multifungsi.

Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya sendiri. Disamping itu, pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Orang tua itu bicara agak hati-hati, pelan-pelan, sebagaimana seorang bapak terhadap anaknya.

Apa respon perempuan muda tersebut? Rupanya dia tersinggung, lalu ia ekspresikan kemarahannya karena merasa hak privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang! "Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!"

Orang tua berjanggut itu hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah. Penumpang lain yang mendengar kemarahan si wanita ikut kaget, lalu terdiam. Detik-detik berikutnya, suasana begitu senyap. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpi, tak terkecuali perempuan muda itu.

Lalu sampailah perjalanan di penghujung tujuan, di terminal terakhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tidur, karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar.

"Bangunkan saja!" kata seorang penumpang. "Iya, bangunkan saja!" teriak yang lainnya. Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming. Salah seorang mencoba penumpang lain yang tadi duduk di dekatnya mendekati si wanita, dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah. Namun, astaghfirullah! Apakah yang terjadi? Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi. Ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan neraka!

Kontan seisi mikrobus berucap istighfar, kalimat tauhid serta menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk di sampingnya. Ada pula yang histeris meneriakkan Allahu Akbar dengan linangan air mata. Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.

Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya....
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat...
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk...
Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah...

Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat dengan-NYA semakin dekat.
Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar... mumpung kesempatan itu masih ada!
Read more...
separador

Salman Al Farisi, Khandaq, dan Kemenangan Dakwah


Khandaq itu melegenda. Mulanya, muslimin akan dijepit oleh musuh dari dua kubu. Kafir Quraisy dan Yahudi Madinah. Dalam peta makar musuh, muslimin sudah pasti kalah. Muhammad mulia dan sahabat-sahabatnya akan hancur. Maka, monumentallah seorang Salman Alfarisi, sang pencari kebenaran dari Persia. Mulanya ia hanya penjaga api sebagai sesembahan, lantas berkelana hingga melewati Mosul, Asibin, Amuria dan sampailah di tanah diantara bebatuan hitam yang ditumbuhi kurma (Madinah).
Kemudian, perang parit (khandaq) adalah bukti kecerdasannya. Sebelum laga, ia mengelilingi kota bersama para mujahid lainnya. lalu timbullah ide yang kemudian disampaikan kepada nabi.

Nabi pun menerima usul brilian sang pencari kebenaran itu. Dibuatlah parit. Sebuah strategi sangat baru yang belum pernah dijumpai dalam sejarah peperangan bangsa Quraisy. Maka, Salman, nabi dan seluruh penduduk madinah bersinergi padu dalam ketaqwaan dalam rangka mempertahankan tegak tingginya kalimat Allah.

Di awal, musuh telah membuat makar, tapi mereka tidak tahu bahwa yang terbaik makarnya adalah Allah. Dalam berbulan-bulan pasukan penyerbu yang dikomandoi oleh Abu Sufyan itu tak bisa menembus Madinah. Mereka bertahan berbulan-bulan di padang pasir. Sampai akhirnya, ketika keadaan mereka sudah payah yang bertambah-tambah, Allah menurunkan angin besar untuk meluluhlantakkan mereka.
Musuh pergi. Takbir bergemuruh. Dan sekarang, ketika masa itu telah berlalu lebih dari seribu empat ratus tahun lamanya, Salman masih abadi dalam ingatan para pecinta kebenaran.

Akhirnya, Salman dan paritnya adalah inspirasi bagi siapapun yang mau berpikir. Ia telah menghadirkan sebuah ide yang sangat kreatif yang belum pernah ada sebelumnya.

sumber: http://www.fimadani.com/salman-al-farisi-khandaq-dan-kemenangan-dakwah/?utm_source=feedburner&utm_medium=email&utm_campaign=Feed%3A+madani+%28Fimadani%29

Read more...
separador

Monday, January 23, 2012

Teringat Akan Masa-masa Itu... (Part #2)


Kenaikan kelas tahun pertama di SMA menjadi salah satu bagian dari kisah hidupku ini.

Kala itu (menjelang pekan UAS atau di akhir pekan UAS gitu), ketika teman-teman yang lain setiap harinya sibuk mempersiapkan diri untuk menghadapi Ujian Semester Genap yang merupakan salah satu indikator terpenting dalam kenaikan kelas, aku dan teman-temanku disibukkan oleh rangkaian kegiatan regenerasi ROHIS 12 (yang sebenarnya saat itu aku ikut karena diajak oleh kakak kelas, maklum ini pertama kalinya aku memulai untuk berorganisasi). Pos demi pos kulewati, ada pos tentang aqidah, amal jama'i, konsep diri, VMJ, masalah keakhwatan, dll (lupa :D). Deg-degan banget setiap kali menunggu giliran masuk tiap pos, khawatir ini itu, hhm kacau dah.. Tapi alhamdulillah, karena kakak-kakaknya sangat baik dan ramah, sedikit demi sedikit jadi semakin tenang juga sih ngejalaninnya. Setelah selesai menjawab beragam pertanyaan dan mendiskusikannya di tiap-tiap pos, ternyata aku dan teman-teman masih harus mengisi 'tes' tertulisnya di Masjid (kirain udah bisa pulang, hehe..). Nah setelah selesai semua, kami baru boleh pulang deh. Kabarnya, itu baru tahap awal lho.. Nantinya akan ada pengerucutan untuk menetapkan siapa-siapa saja yang akan menjadi calon Ketua ROHIS dan Ketua Keputriannya. Saat itu aku berpikir "Ooh, ternyata begini ya kalau mau masuk satu organisasi, ada banyak aturan mainnya."

Singkat cerita, terpilihlah tiga calon Karoh dan tiga calon Kaput. Masing-masing calon Karoh dan Kaput  kembali mendapatkan beberapa tugas yang diantaranya adalah membuat visi-misi dan analisis SWOT untuk ROHIS12. Kemudian (sekitar satu pekan setelah pemberian tugas, aku lupa tepatnya, entah sebelum pengambilan raport atau setelah memasuki liburan semester genap) calon Karoh dan Kaput diminta untuk mempresentasikan visi-misi dan analisis SWOT yang sudah dibuat. Dari tiga calon Kaput tersebut, ada satu calon yang tak mau datang untuk mempresentasikan visi-misi dan analisis SWOTnya dengan alasan masih di rumah teman habis menginap dan belum mempersiapkan apapun (Hhm, dasar nih akhwat! jadi calon Kaput malah kabur :P..hehe.. mekipun demikian, akhwat ini justru yang nantinya, bahkan sampai saat kisah ini dituliskan, menjadi salah satu pionir da'wah di SMAN 12 tercinta). Presentasi dimulai dengan khidmat dan cukup lancar, hingga pada suatu kondisi setelah diskusi/tanya jawab berjalan, suasana mulai memanas, banyak ikhwan panitia yang mengeluarkan pertanyaan dan argumen yang terkesan memojokkan para calon, kondisi tersebut terjadi cukup lama, saat itu (aku yang sedikit introvert dan baru mengenal dunia organisasi da'wah) tak banyak mengeluarkan pendapat, lebih banyak diam, hingga ketika ditekan dan terus ditekan, dengan sedikit terbata-bata keluarlah kata-kata "Kami mohon maaf, karena mungkin kami memang tidak mempersiapkan dan tidak mengerjakan amanah yang telah diberikan kepada kami ini dengan baik" setelah itu, ada kakak akhwat yang mendinginkan suasana, dan mencoba untuk mengakhiri kondisi yang tidak menyenangkan tersebut. Dan di akhir aktivitas panjang hari itu, para calon karoh dan Kaput diminta untuk menginfokan dan mengajak teman-teman lainnya untuk datang pada agenda Muktamar ROHIS 12 keesokan harinya di Masjid Assabuqunal Awwalun.

Muktamar ROHIS 12 saat itu berjalan dengan cukup lancar. Tiga orang calon Karoh dan dua orang calon Kaput (calon Kaput yang satunya itu datang, tapi tak mau ikut maju, dasar nih akhwat satu ya, bikin geregetan aja dah!) kembali diberikan pertanyaan bebas oleh para peserta muktamar dan pembina ROHIS12. Setelah pertanyaan demi pertanyaan selesai dijawab, para calon Karoh dan kaput ini diajak keluar dari Masjid karena peserta Muktamar hendak mengadakan musyawarah untuk menentukan siapkah Karoh dan kaput yang akan meneruskan pejuangan da'wah ROHIS 12 periode berikutnya. Dari hasil musyawarah tersebut mucullah nama Karoh dan Kaput terpilih yang mendapatkan amanah besar untuk memajukan da'wah Islam melalui organisasi ROHIS 12 ini, dan pertarungan itu baru dimulai...

Amanah terembankan pada pundak yang semakin lelah. Bukan sebuah keluhan, ketidakterimaan..keputusasaan! Terlebih surut ke belakang. Ini adalah awal pembuktian..Siapa diantara kita yang beriman. Wahai diri sambutlah seruanNya…Orang-orang besar lahir karena beban perjuangan…Bukan menghindar dari peperangan.(K.H. Rahmat Abdullah)

*to be continued...

Read more...
separador

Wednesday, October 5, 2011

Teringat Akan Masa-masa Itu.. (Part #1)


Sepenggal kisah yang kuniatkan utk disusun secara terstruktur dan berkelanjutan sebagai bahan pelajaran bagi generasi penerus da'wah ini..

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Di keheningan malam, kuterlarut dalam lintasan kenangan masa-masa awal perjuangan dulu..

Aku mulai menelusuri lembaran-lembaran memori yang merekam perjalananku mulai dari pertama kali kuinjakkan kaki di tempat itu..

Kala itu, betapa bahagianya diri ini, ketika mengetahui Allah mengizinkanku untuk meneruskan pendidikan ke jenjang sekolah menengah atas di SMA Negeri yang memang sudah aku impikan sejak kecil (dulu setiap akhir pekan, saat aku berkunjung ke rumah nenekku, hanya SMA itu yang aku lewati, jadi semakin kuat 'azzam dalam diri untuk bisa merasakan bersekolah di sana, menjalani kehidupan baru yang tentunya penuh dengan warna-warni yang menghiasinya, bukan hanya sekadar melihatnya dari pagar pembatas yang mengitarinya), SMA Negeri 12 Jakarta, ya itu SMA ku dulu, sekolah mungil dengan taman kecil yang begitu asri di jantung sekolah, dan meskipun sekolahku dikelilingi oleh pemukiman padat penduduk yang mayoritas dihuni oleh masyarakat kelas menengah ke bawah (dengan berbagai karakter, pekerjaan, dan pergaulan yang beragam), tidak sedikit siswa-siswinya yang mengukir prestasi luar biasa (kalau kata salah seorang guruku, kami itu ibarat permata di tengah tumpukkan pasir hitam).

Alhamdulillah, meski belum mengenal seorang pun di sana, hatiku begitu bahagia dan merasa tentram berada di sana. Masih tengiang dalam ingatanku, ketika pertama kali kutelusuri lorong-lorong kelas, terlihat seorang wanita anggun yang berpakaian rapi ke luar dari suatu tempat di bagian belakang sekolah (yang kemudian tempat tersebut lah yang menjadi saksi bisu perjuangan kami -aku dan teman-teman pengurus ROHIS 12 lainnya-).  Masjid Assabiqunal Awwalun, nama itu ternyata tidak banyak yang tahu, karena biasanya teman-teman dan warga sekolah lainnya hanya menyebutnya dengan sebutan "Mushollah", "Masjid", atau "Masjid 12". Ya, mungkin hanya segelintir orang saja yang tahu nama masjid di sekolahku itu. Padahal, aku rasa pendiri dan pemberi nama Masjid Assabiqunal Awwalun punya cita-cita yang besar, punya mimpi yang mulia, punya keinginan yang begitu luar biasa. Assabiqunal Awwalun, mereka adalah garda terdepan da'wah Islam, mereka manusia agung pilihan Allah yang membela Rasulullah di awal perjuangan beliau. Semoga karakter Assabiqunal Awwalun terus merekat pada pribadi kita, khususnya para pejuang da'wah di SMAN 12 Jakarta.

++++++ ##### ++++++

Hari demi hari kulalui, suka duka datang silih berganti. Keluguan siswa-siswi kelas X saat mulai memasuki semester dua sedikit demi sedikit mulai terkikis dengan pergaulan yang lebih 'bebas' dibandingan dengan bulan-bulan awal kubersekolah. Namun, momen berharga yang tak terlupakan pun terjadi di semester ini. LDKM "Latihan Dasar Kepemimpinan Muslim", event luar biasa yang banyak membawa perubahan bagi diriku dan beberapa teman yang lain ini menjadi titik tolak perjuangan kami. Dari sini kami memulai. Dari sini kami belajar. Dari sini kami memahami arti sebuah perjuangan, pengorbanan, dan ketulusan. Dari sini kami mengenal cinta, cinta hakiki yang bermuara pada keridhoan Ilahi Rabbi, cinta sejati yang tidak hanya menilai semuanya dari sudut pandang duniawi, cinta yang berlandaskan iman, kasih sayang, dan persaudaraan sebagaimana tuntunan Rasulullah dalam sebuah hadits "Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri." [HR. Bukhari-Muslim]

LDKM, di sini kami belajar menghargai satu sama lain, belajar mengajak teman-teman kepada kebaikan, belajar untuk tetap tegar meski kadang kita harus sendirian, belajar menjadi lebih dewasa di tengah himpitan kehidupan yang serba melenakan, serta belajar untuk menjadi pemimpin dan mau menjadi orang yang dipimpin.

 Masa-masa itu, merupakan masa-masa yang tak pernah terlupakan..

*to be continued..
Read more...
separador

Sunday, February 6, 2011

Membina Angkatan Mujahid


Bismillahirrahmanirrahim

MEMBINA ANGKATAN MUJAHID Studi Analitis atas Konsep Da'wah Hasan Al Banna dalam Risalah Ta'lim yang judul aslinya adalah "Fi Afaqit Ta'lim, Dirasah fi Da'watil Ustadz Hasan Al Banna wa Nazhariatil Harakah fiha Khilali Risalatit Ta'lim" karangan Sai'd Hawa

Yuk mari kita kupas apa saja isi dari buku ini..
Cekidot!

Bab I
Hasan Al Banna Peletak Teori Gerakan Islam Kontemporer

Hasan Al Banna adalah seorang pembaharu di masa kini, beliau telah menemukan gagasan yang aplikatif berkaitan dengan teori gerakan Islam kontemporer. Beliau rahimahullah telah berhasil memadukan antara hukum-hukum syari'at dengan tuntutan zaman; antara cita-cita melangit seorang uslim dengan pandangan realistis di lapangan; antara kesempurnaan tarbiyah dan ta'lim dengan tatanan dan aktivitas politik serta ekonomi; dan lain-lain hal yang memenuhi hajat kaum muslim dewasa ini.

Marilah kita amati kata-kata yang pernah diucapkan olehnya sehubungan dengan tarbiyah yang merupakan bagian dari alam pemikirannya:
"Pendidikan dan pembinaan umat, memperjuangkan prinsip-prinsip nilai dan pencapaian cita-cita, sesungguhnya memerlukan partisipasi dari seluruh umat, atau paling tidak sekelompok dari mereka, yakni memperjuangkan tegaknya:
Kekuatan jiwa yang besar, yang dimanifestasikan dalam bentuk tekad yang kuat dan tegar
Kesetiaan yang tuh, bersih dari sikap lemah dan munafik
Pengorbanan yang suci, yang tidak dipedayakan oleh sifat tamak dan bakhil
Selain it juga mengetahui, meyakini, dan menjunjung tinggi prinsip yang menjamin terpeliharanya diri dari kesalahan, penyelewengan, bujuk rayu, dan tipu daya."
Bab II
Kunci Memahami Da'wah Ikhwanul Muslimin

"Hendaklah kamu komitmen bersama jamaah kaum muslimin dan imamnya."
[HR. Bukhari Muslim]



Bab III
Tanggung Jawab besar



Bab IV
Tentang Tujuan



Bab V
Tentang Sarana



Bab VI
Tahapan-Tahapan Da'wah



Bab VII
Risalah Ta'lim dalam Sendi-Sendi Pembentukan Pribadi Islami



Bab VIII
Uraian Pelengkap



Bab IX
Penutup
Read more...
separador

Wednesday, December 22, 2010

Nasyid Ghurabaa`

Kita sering mendengarkan murattal dengan Qari` Sa’ad al Ghamidi. Para aktivis Islam era-80-90an mengenal beliau selain sebagai seorang Qari` yang cukup digemari juga adalah seorang munsyid, dengan nasyid bertema jihadi dan tanpa alat musik. Dua nasyid yang paling saya gemari adalah nasyidUkhuwatuddin dan Ghuraba`, keduanya dari album ad-Damam. Berikut lirik nasyid ghuraba, nasyid yang selalu membuat hati tergetar dan rindu dengan suasana keislaman yang kental dengan perjuangan.

Laisal gharibu huwalladzi faraqad diyara wadda’al aan
Walakinnal ghariba huwalladzi yajiddu wan naasu min haulihi yal’abun
Wa yash-hu wan naasu min haulihi yanaamun
Wa yasluku darbal khairi wan naasu fii dhalalihim yatakhaththathun
Wa shadaqasy syaa’iru idz yaquul:
Qaala lii shahiibun araaka ghariiba
Baina haadzal anaami duuna khaliili
Qultu, kalla! Balil anaamu ghariibun, ana fii ‘aalami wa haadzihi sabiilii
Haadza huwal ghariib: Ghariibun ‘indal ‘aabitsiina minal basyar
Walakinnahu ‘inda rabbih, fii maqaamin kariim

Bukanlah orang asing itu mereka yang berpisah dari negeri
mereka dan mengucapkan selamat tinggal sekarang
Tapi orang asing itu ialah mereka yang tetap serius dikala manusia di sekelilingnya asyik bermain-main
Dan tetap terbangun ketika manusia disekelilingnya asyik tidur dengan lenanya
Dan tetap mengikuti jalan lurus dikala manusia dalam kesesatannya tenggelam
tanpa arah

Dan betapa benarnya sebuah syair ketika dia berkata
Berkata kepadaku para sahabat, ‘aku melihatmu sebagai orang
asing’
Di antara orang banyak ini engkau tanpa teman dekat
Maka aku berkata, sekali-kali tidak! Bahkan orang banyak
itulah yang asing, sedang aku berada di kehidupan dan inilah jalanku
Inilah orang asing itu
Asing di sisi mereka yang hidup sia-sia di antara manusia
Tetapi disisi Rabb-nya, mereka berada di tempat yang mulia

Ghurabaa`, ghurabaa`,
ghurabaaa` ghurabaa`
Ghurabaa`, ghurabaa`,
ghurabaaa` ghurabaa`

Ghurabaa` wa li ghairillaahi laa nahnil jibaa
Ghurabaa` war tadhainaa haa syi’aaran lil hayaah
Ghurabaa` wa li ghairillaahi laa nahnil jibaa
Ghurabaa` war tadhainaa haa syi’aaran lil hayaah

Ghurabaa`, dan kepada selain Allah mereka takkan menunduk
Ghurabaa`, dan mereka telah rela Ghurabaa` sebagai syi’ar dalam kehidupan
Ghurabaa`, dan kepada selain Allah mereka takkan menunduk
Ghurabaa`, dan mereka telah rela Ghurabaa` sebagai syi’ar dalam kehidupan

In tasal ‘anna fa inna laa nubaali bith-thughaat
Nahnu jundullaahi dauman darbunaa darbul-ubaa
In tasal ‘anna fa inna laa nubaali bith-thughaat
Nahnu jundullaahi dauman darbunaa darbul-ubaa

Jika engkau bertanya tentang kami, maka kami tak peduli terhadap para taghut
Kami adalah tentara Allah selamanya, jalan kami adalah jalan yang sudah tersedia
Jika engkau bertanya tentang kami, maka kami tak peduli terhadap para taghut
Kami adalah tentara Allah selamanya, jalan kami adalah jalan yang sudah tersedia

Lan nubaali bil quyuud, bal sanamdhii lil khuluud
Lan nubaali bil quyuud, bal sanamdhii lil khuluud
Fal nujaahid wa nunaadhil wa nuqaatil min jadiid
Ghurabaa` hakadzal ahraaru fii dunyal ‘abiid
Fal nujaahid wa nunaadhil wa nuqaatil min jadiid
Ghurabaa` hakadzal ahraaru fii dunya-al ‘abiid

Kami tak peduli terhadap rantai para taghut, sebaliknya kami akan terus berjuang
Kami tak peduli terhadap rantai para taghut, sebaliknya kami akan terus berjuang
Maka marilah kita berjihad, dan berperang, dan berjuang dari sekarang
Ghurabaa`, dengan itulah mereka merdeka dari dunia yang hina
Maka marilah kita berjihad, dan berperang, dan berjuang dari sekarang
Ghurabaa`, dengan itulah mereka merdeka dari dunia yang hina

Kam tadzaakarnaa zamaanan yauma kunna su’adaa`
Bi kitaabillaahi natluu-hu shabaahan wa masaa`
Kam tadzaakarnaa zamaanan yauma kunna su’adaa`
Bi kitaabillaahi natluu-hu shabaahan wa masaa`

Betapa sering saat kita mengenang hari-hari bahagia kita
Dengan Kitabullah kita membaca, di pagi hari dan di sore hari
Betapa sering saat kita mengenang hari-hari bahagia kita
Dengan Kitabullah kita membaca, di pagi hari dan di sore hari

Qaala Rasulullahi Shallallaahu ‘alaihi was Sallam
Bada-al Islamu ghariiban wa saya’uudu ghariiban kamaa bada-a
Fathuuba lil ghurabaa`

Bersabda Rasulullah Sallallahu ‘alaihi was Sallam
Islam itu bermula dari asing, dan akan kembali asing seperti mulanya
Maka beruntunglah orang-orang yang asing
Read more...
separador

Tuesday, December 21, 2010

Aku Rindu dengan Zaman Itu



Aku rindu zaman ketika “halaqoh” adalah kebutuhan,
bukan sekedar sambilan apalagi hiburan

Aku rindu zaman ketika "membina" adalah kewajiban,
buka pilihan apalagi beban dan paksaan

Aku rindu zaman ketika "dauroh" menjadi kebiasaan,
bukan sekedar pelengkap pengisi program yang dipaksakan

Aku rindu zaman ketika "tsiqoh" menjadi kekuatan,
bukan keraguan apalagi kecurigaan

Aku rindu zaman ketika"tarbiyah" adalah pengorbanan,
bukan tuntutan dan hujatan

Aku rindu zaman ketika "nasihat" adalah kesenangan,
bukan su'udzon atau menjatuhkan

Aku rindu zaman ketika kita semua memberikan segalanya untuk da'wah ini

Aku rindu zaman ketika "nasyid ghuraba" menjadi lagu kebangsaan

Aku rindu zaman ketika hadir "liqo" adalah kerinduan,
dan keterlambatan adalah kelalaian

Aku rindu zaman ketika malam gerimis pergi ke puncak mengisi dauroh
dengan ongkos ngepas dan peta tak jelas

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah benar-benar "jalan kaki 2jam" di malam buta sepulang tabliqh da'wah di desa sebelah

Aku rindu zaman ketika akan pergi liqo selalu membawa uang infak, alat tulis, buku catatan dan Qur'an terjemahan ditambah sedikit hafalan

Aku rindu zaman ketika seorang binaan menangis karena tak bisa hadir di liqo

Aku rindu zaman ketika tengah malam pintu depan diketok untuk mendapat berita kumpul subuh harinya

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah berangkat liqo dengan ongkos jatah belanja esok hari untuk keluarganya

Aku rindu zaman ketika seorang murobbi sakit dan harus dirawat, 
para binaan patungan mengumpulkan dana apa adanya



Aku rindu zaman itu,



Aku Rindu . . . .




Ya Allah..
Jangan Kau buang kenikmatan berda'wah dari hati-hati kami
Jangan Kau jadikan hidup ini hanya erjalan di tempat yang sama

(alm KH.RAhmat Abdullah, Alllahu Yarhamhu)

~Semoga kita dapat 'kembali' ke *zaman itu* .amiin.~
Read more...
separador

Thursday, December 16, 2010

Kisah Gadis Kecil yang Shalihah

Oleh : Ummu Mariah Iman Zuhair
Sumber: Majalah Qiblati edisi 4 Tahun 3

Aku akan meriwayatkan kepada anda kisah yang sangat berkesan ini, seakan-akan
anda mendengarnya langsung dari lisan ibunya.

Berkatalah ibu gadis kecil tersebut:
Saat aku mengandung putriku, Afnan, ayahku melihat sebuah mimpi di dalam
tidurnya. Ia melihat banyak burung pipit yang terbang di angkasa. Di antara
burung-burung tersebut terdapat seekor merpati putih yang sangat cantik, terbang
jauh meninggi ke langit. Maka aku bertanya kepada ayah tentang tafsir dari mimpi
tersebut. Maka ia mengabarkan kepadaku bahwa burung-burung pipit tersebut adalah
anak-anakku, dan sesungguhnya aku akan melahirkan seorang gadis yang bertakwa.
Ia tidak menyempurnakan tafsirnya, sementara akupun tidak meminta tafsir tentang
takwil mimpi tersebut.

Setelah itu aku melahirkan putriku, Afnan. Ternyata dia benar-benar seorang
gadis yang bertakwa. Aku melihatnya sebagai seorang wanita yang shalihah sejak
kecil. Dia tidak pernah mau mengenakan celana, tidak juga mengenakan pakaian
pendek, dia akan menolak dengan keras, padahal dia masih kecil. Jika aku
mengenakan rok pendek padanya, maka ia mengenakan celana panjang di balik rok
tersebut.

Afnan senantiasa menjauh dari segenap perkara yang membuat murka Allah. Setelah
dia menduduki kelas 4 SD, dia semakin menjauh dari segenap perkara yang membuat
murka Allah. Dia menolak pergi ke tempat-tempat permainan, atau ke pesta-pesta
walimah. Dia adalah seorang gadis yang perpegang teguh dengan agamanya, sangat
cemburu di atasnya, menjaga shalat-shalatnya, dan sunnah-sunnahnya. Tatkala dia
sampai SMP mulailah dia berdakwah kepada agama Allah. Dia tidak pernah melihat
sebuah kemungkaran kecuali dia mengingkarinya, dan memerintah kepada yang
ma’ruf, dan senantiasa menjaga hijabnya.

Permulaan dakwahnya kepada agama Allah adalah permulaan masuk Islamnya pembantu
kami yang berkebangsaan Srilangka.

Ibu Afnan melanjutkan ceritanya:

Tatkala aku mengandung putraku, Abdullah, aku terpaksa mempekerjakan seorang
pembantu untuk merawatnya saat kepergianku, karena aku adalah seorang karyawan.
Ia beragama Nasrani. Setelah Afnan mengetahui bahwa pembantu tersebut tidak
muslimah, dia marah dan mendatangiku seraya berkata: “Wahai ummi, bagaimana dia
akan menyentuh pakaian-pakaian kita, mencuci piring-piring kita, dan merawat
adikku, sementara dia adalah wanita kafir?! Aku siap meninggalkan sekolah, dan
melayani kalian selama 24 jam, dan jangan menjadikan wanita kafir sebagai
pembantu kita!!”

Aku tidak memperdulikannya, karena memang kebutuhanku terhadap pembantu tersebut
amat mendesak. Hanya dua bulan setelah itu, pembantu tersebut mendatangiku
dengan penuh kegembiraan seraya berkata: “Mama, aku sekarang menjadi seorang
muslimah, karena jasa Afnan yang terus mendakwahiku. Dia telah mengajarkan
kepadaku tentang Islam.” Maka akupun sangat bergembira mendengar kabar baik ini.

Saat Afnan duduk di kelas 3 SMP, pamannya memintanya hadir dalam pesta
pernikahannya. Dia memaksa Afnan untuk hadir, jika tidak maka dia tidak akan
ridha kepadanya sepanjang hidupnya. Akhirnya Afnan menyetujui permintaannya
setelah ia mendesak dengan sangat, dan juga karena Afnan sangat mencintai
pamannya tersebut.

Afnan bersiap untuk mendatangi pernikahan itu. Dia mengenakan sebuah gaun yang
menutupi seluruh tubuhnya. Dia adalah seorang gadis yang sangat cantik. Setiap
orang yang melihatnya akan terkagum-kagum dengan kecantikannya. Semua orang
kagum dan bertanya-tanya, siapa gadis ini? Mengapa engkau menyembunyikannya dari
kami selama ini?

Setelah menghadiri pernikahan pamannya, Afnan terserang kanker tanpa kami
ketahui. Dia merasakan sakit yang teramat sakit pada kakinya. Dia menyembunyikan
rasa sakit tersebut dan berkata: “Sakit ringan di kakiku.” Sebulan setelah itu
dia menjadi pincang, saat kami bertanya kepadanya, dia menjawab: “Sakit ringan,
akan segera hilang insya Allah.” Setelah itu dia tidak mampu lagi berjalan.
Kamipun membawanya ke rumah sakit.

Selesailah pemeriksaan dan diagnosa yang sudah semestinya. Di dalam salah satu
ruangan di rumah sakit tersebut, sang dokter berkebangsaan Turki mengumpulkanku,
ayahnya, dan pamannya. Hadir pula pada saat itu seorang penerjemah, dan seorang
perawat yang bukan muslim. Sementara Afnan berbaring di atas ranjang.

Dokter mengabarkan kepada kami bahwa Afnan terserang kanker di kakinya, dan dia
akan memberikan 3 suntikan kimiawi yang akan merontokkan seluruh rambut dan
alisnya. Akupun terkejut dengan kabar ini. Kami duduk menangis. Adapun Afnan,
saat dia mengetahui kabar tersebut dia sangat bergembira dan berkata:
“Alhamdulillah… alhamdulillah… alhamdulillah.” Akupun mendekatkan dia di dadaku
sementara aku dalam keadaan menangis. Dia berkata: “Wahai ummi, alhamdulillah,
musibah ini hanya menimpaku, bukan menimpa agamaku.”

Diapun bertahmid memuji Allah dengan suara keras, sementara semua orang melihat
kepadanya dengan tercengang!!

Aku merasa diriku kecil, sementara aku melihat gadis kecilku ini dengan kekuatan
imannya dan aku dengan kelemahan imanku. Setiap orang yang bersama kami sangat
terkesan dengan kejadian ini dan kekuatan imannya. Adapun penerjamah dan para
perawat, merekapun menyatakan keislamannya!!

Berikutnya adalah perjalanan dia untuk berobat dan berdakwah kepada Allah.

Sebelum Afnan memulai pengobatan dengan bahan-bahan kimia, pamannya meminta akan
menghadirkan gunting untuk memotong rambutnya sebelum rontok karena pengobatan.
Diapun menolak dengan keras. Aku mencoba untuk memberinya pengertian agar
memenuhi keinginan pamannya, akan tetapi dia menolak dan bersikukuh seraya
berkata: “Aku tidak ingin terhalangi dari pahala bergugurannya setiap helai
rambut dari kepalaku.”

Kami (aku, suamiku dan Afnan) pergi untuk yang pertama kalinya ke Amerika dengan
pesawat terbang. Saat kami sampai di sana, kami disambut oleh seorang dokter
wanita Amerika yang sebelumnya pernah bekerja di Saudi selama 15 tahun. Dia bisa
berbicara bahasa Arab. Saat Afnan melihatnya, dia bertanya kepadanya: “Apakah
engkau seorang muslimah?” Dia menjawab: “Tidak.”

Afnanpun meminta kepadanya untuk mau pergi bersamanya menuju ke sebuah kamar
yang kosong. Dokter wanita itupun membawanya ke salah satu ruangan. Setelah itu
dokter wanita itu kemudian mendatangiku sementara kedua matanya telah terpenuhi
linangan air mata. Dia mengatakan bahwa sesungguhnya sejak 15 tahun dia di
Saudi, tidak pernah seorangpun mengajaknya kepada Islam. Dan di sini datang
seorang gadis kecil yang mendakwahinya. Akhirnya dia masuk Islam melalui
tangannya.

Di Amerika, mereka mengabarkan bahwa tidak ada obat baginya kecuali mengamputasi
kakinya, karena dikhawatirkan kanker tersebut akan menyebar sampai ke paru-paru
dan akan mematikannya. Akan tetapi Afnan sama sekali tidak takut terhadap
amputasi, yang dia khawatirkan adalah perasaan kedua orang tuanya.

Pada suatu hari Afnan berbicara dengan salah satu temanku melalui Messenger.
Afnan bertanya kepadanya: “Bagaimana menurut pendapatmu, apakah aku akan
menyetujui mereka untuk mengamputasi kakiku?” Maka dia mencoba untuk
menenangkannya, dan bahwa mungkin bagi mereka untuk memasang kaki palsu sebagai
gantinya.

Maka Afnan menjawab dengan satu kalimat: “Aku tidak memperdulikan kakiku, yang
aku inginkan adalah mereka meletakkanku di dalam kuburku sementara aku dalam
keadaan sempurna.” Temanku tersebut berkata: “Sesungguhnya setelah jawaban
Afnan, aku merasa kecil di hadapan Afnan. Aku tidak memahami sesuatupun, seluruh
pikiranku saat itu tertuju kepada bagaimana dia nanti akan hidup, sedangkan
fikirannya lebih tinggi dari itu, yaitu bagaimana nanti dia akan mati.”

Kamipun kembali ke Saudi setelah kami amputasi kaki Afnan, dan tiba-tiba kanker
telah menyerang paru-paru!!

Keadaannya sungguh membuat putus asa, karena mereka meletakkannya di atas
ranjang, dan di sisinya terdapat sebuah tombol. Hanya dengan menekan tombol
tersebut maka dia akan tersuntik dengan jarum bius dan jarum infus.

Di rumah sakit tidak terdengar suara adzan, dan keadaannya seperti orang yang
koma. Tetapi hanya dengan masuknya waktu shalat dia terbangun dari komanya,
kemudian meminta air, kemudian wudhu’ dan shalat, tanpa ada seorangpun yang
membangunkannya!!

Di hari-hari terakhir Afnan, para dokter mengabari kami bahwa tidak ada gunanya
lagi ia di rumah sakit. Sehari atau dua hari lagi dia akan meninggal. Maka
memungkinkan bagi kami untuk membawanya ke rumah. Aku ingin dia menghabiskan
hari-hari terakhirnya di rumah ibuku.

Di rumah, dia tidur di sebuah kamar kecil. Aku duduk di sisinya dan berbicara
dengannya.

Pada suatu hari, istri pamannya datang menjenguk. Aku katakan bahwa dia berada
di dalam kamar sedang tidur. Ketika dia masuk ke dalam kamar, dia terkejut
kemudian menutup pintu. Akupun terkejut dan khawatir terjadi sesuatu pada Afnan.
Maka aku bertanya kepadanya, tetapi dia tidak menjawab. Maka aku tidak mampu
lagi menguasai diri, akupun pergi kepadanya. Saat aku membuka kamar, apa yang
kulihat membuatku tercengang.

Saat itu lampu dalam keadaan dimatikan, sementara wajah Afnan memancarkan cahaya
di tengah kegelapan malam. Dia melihat kepadaku kemudian tersenyum. Dia berkata:
“Ummi, kemarilah, aku mau menceritakan sebuah mimpi yang telah kulihat.”
Kukatakan: “(Mimpi) yang baik Insya Allah.” Dia berkata: “Aku melihat diriku
sebagai pengantin di hari pernikahanku, aku mengenakan gaun berwarna putih yang
lebar. Engkau, dan keluargaku, kalian semua berada disekelilingku. Semuanya
berbahagia dengan pernikahanku, kecuali engkau ummi.”

Akupun bertanya kepadanya: “Bagaimana menurutmu tentang tafsir mimpimu
tersebut.” Dia menjawab: “Aku menyangka, bahwasannya aku akan meninggal, dan
mereka semua akan melupakanku, dan hidup dalam kehidupan mereka dalam keadaan
berbahagia kecuali engkau ummi. Engkau terus mengingatku, dan bersedih atas
perpisahanku.” Benarlah apa yang dikatakan Afnan. Aku sekarang ini, saat aku
menceritakan kisah ini, aku menahan sesuatu yang membakar dari dalam diriku,
setiap kali aku mengingatnya, akupun bersedih atasnya.

Pada suatu hari, aku duduk dekat dengan Afnan, aku, dan ibuku. Saat itu Afnan
berbaring di atas ranjangnya kemudian dia terbangun. Dia berkata: “Ummi,
mendekatlah kepadaku, aku ingin menciummu.” Maka diapun menciumku. Kemudian dia
berkata: “Aku ingin mencium pipimu yang kedua.” Akupun mendekat kepadanya, dan
dia menciumku, kemudian kembali berbaring di atas ranjangnya. Ibuku berkata
kepadanya: “Afnan, ucapkanlah la ilaaha illallah.”

Maka dia berkata: “Asyhadu alla ilaaha illallah.”

Kemudian dia menghadapkan wajah ke arah qiblat dan berkata: “Asyhadu allaa
ilaaha illallaah.” Dia mengucapkannya sebanyak 10 kali. Kemudian dia berkata:
“Asyhadu allaa ilaaha illallahu wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah.” Dan
keluarlah rohnya.

Maka kamar tempat dia meninggal di dalamnya dipenuhi oleh aroma minyak kasturi
selama 4 hari. Aku tidak mampu untuk tabah, keluargaku takut akan terjadi
sesuatu terhadap diriku. Maka merekapun meminyaki kamar tersebut dengan aroma
lain sehingga aku tidak bisa lagi mencium aroma Afnan. Dan tidak ada yang aku
katakan kecuali alhamdulillahi rabbil ‘aalamin.
Read more...
separador

Friday, October 22, 2010

Rintihan Hati Kecilku

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Yaa Rabbi, jalan ini memang jalan panjang yang penuh onak dan duri..

Jalan ini memang jalan panjang yang takkan pernah Kau biarkan tuk dilalui oleh orang-orang yang hanya mengejar balasan duniawi

Jalan ini memang jalan panjang yang Engkau jadikan sebagai tolak ukur bagi hamba-hamba-Mu yang benar-benar menyerahkan seluruh jiwa dan raganya tuk Engkau kasihi

Betapa bahagianya mereka yang dapat terus bertahan hingga ajal menjemputnya

Betapa bahagianya mereka yang tetap tersenyum dengan segala ujian yang mengiringi perjuangannya
Betapa bahagianya mereka yang dengan ikhlas mengorbankan segalanya

"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu"
(Qs. Muhammad: 7)

Allah tidak akan memberikan cobaan kepada hamba-hamba-Nya di luar batas kesanggupan hamba tersebut

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar."
(Qs. At Taubah: 111)

Yaa Rabbi, aku serahkankan diri ini kepada-Mu...

Faghfirlii yaa Rabb,

Ampuni hamba yang sering kali lalai
Yang sering kali mengabaikan perintah-Mu
Yang sering kali mendustakan nikmat yang Engkau beri

Betapa lemah diri ini
Betapa hina diri ini
Betapa aku ingin selalu berdekatan dengan-Mu
Meninggalkan semua yang Engkau benci
Meninggalkan semua yang Engkau murkai
Meninggalkan semua yang membuat hati ini mati

Yaa Rahiim, hamba mohon kepada-Mu

Tunjukilah jalan kebaikan, jalan kebenaran, jalan orang-orang beriman

kepada hamba, kepada orang tua hamba, kepada nenek hamba, kepada kakak hamba, kepada adik-adik hamba, kepada sepupu-sepupu hamba, kepada om, bulek, paklek, budek, pakdek hamba, kepada mutarabbi-mutarabbi hamba, kepada sahabat-sahabat hamba, kepada seluruh umat muslim yang ada di dunia

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)."

(Qs. Ali 'Imran: 8)

Betaba bahagianya diri ini, jika Engkau mengizinkan kami untuk bertemu dan bersatu kembali di syurga-Mu, berjumpa dengan rasu-rasul-Mu dan Engkau izinkan untuk melihat wajah-Mu..

Tak kan ada yang dapat menggantikan kebahagiaan itu, meski seluruh isi langit dan bumi Engkau takdirkan tuk menjadi milik hamba sekalipun

Yaa Malik, hamba rindu kepada-Mu...


[seorang hamba yang ingin kembali merasakan nikmatnya bermesraan dengan Tuhannya]
Read more...
separador

Total Pageviews

Followers

Entri Populer